HEADLINE
March 28th, 2015

seminar restodontik 28 mrt 2015

Perkembangan mutahir perawatan endodontik dan restorasinya dibahas pada seminar bertajuk restodontik pada 28 maret 2015. Seminar diselenggarakan FKG UPDM(B) didukung Dentsply dengan pembicara drg Mirza Ariyanto SpKG dan drg Rio Suryantoro SpKG.  Pada upacara pembukaan dekan FKG UPDM(B), Dr drg Paulus Januar MS, mengemukakan seminar ini merupakan bagian dari serangkaian kegiatan penambah ilmu dan teknologi bagi para dokter gigi yang secara rutin diselenggarakan.

Sebagai pembicara pertama, drg Mirza Ariyanto SpKG menyajikan paparan mengenai perawatan endodontik menggunakan sistem crown down. Disampaikannya,  preparasi akses pada perawatan saluran akar selama ini terdapat 2 sistem yaitu step back dan crown down.

Sistem step back yang selama ini banyak digunakan, prosesnya dimulai dari insrumen ukuran diameter terkecil dilanjutnya berangsur-angsur dengan instrumen yang ukuran diameternya lebih besar yang dilakukan mulai dari 1/3 apikal saluran akar menuju ke arah koronal. Namun cara ini relatif lebih lama pengerjaannya dan memiliki beberapa keterbatasan.

Dewasa ini dikembangkan sistem crown down yang pengerjaaannya mulai dari aplikasi instrumen ukuran diameter terbesar dari bagian koronal dilanjutkan secara bertahap dengan instrumen yang ukurannya lebih kecil hingga mencapai daerah apikal.  Dengan sistem crown down akan memudahkan pembuangan debris serta juga lebih mudah dalam mendapatkan akses untuk preparasi saluran akar.

Selanjutnya disampaikan, saat ini telah dikembangkan protaper file dengan desain instrumen yang penampangnya triangular, bersudut helix, dan multiple taper.  Dengan protaper file akan menghasilkan efisiensi preparasi yang lebih baik, lebih mudah, lebih cepat pengerjaannya, serta lebih aman.

Ditambahkannya, untuk keberhasilan perawatan endodontik pada preparasi saluran akar perlu difahami mengenai berbagai  variasi bentuk saluran akar pada gigi yang akan dikerjakan. Idealnya adalah saluran akar yang lurus yakni saluran akar yang dapat dicapai instrumen hingga 1/3 apikal tanpa mengalami hambatan. Namun seringkali yang dihadapi adalah saluran akar yang tidak lurus bahkan cukup ekstrim bengkoknya. Pada kesempatan tersebut pembicara mengemukakan cara mendapatkan akses serta juga kiat-kiat mengatasi saluran akar yang bengkok.

Paparan dilanjutkan mengenai restorasi pasca perawatan endododntik oleh drg Rio Suryantoro SpKG, sebagai pembicara kedua yang banyak mengemukakan laporan kasus-kasus yang pernah ditanganinya. Menurutnya restorasi setelah perawatan endodontik perlu memperhatikan faktor resistensi, retensi, integritas dan harmoni dengan jaringan gigi, serta oklusi dan artikulasi.

 Berdasarkan berbargai literatur disampaikannya bahwa, perawatan endodontik bila dilakukan dengan baik keberhasilannya mencapai 96%, namun bila masih ada infeksi keberhasilannya akan menurun drastis hingga 86%. Sebagian besar kegagalan perawatan endodontik adalah karena coronal leakage yaitu kebocoran yang berasal dari bagian koronal. Dengan demikian penting untuk memperhatikan restorasi yang baik sebagai tindak lanjut setelah dilakukannya perawatan saluran akar.

Selain itu pada pasca perawatan saluran akar juga dapat terjadi fraktur pada jaringan gigi karena setelah direstorasi ternyata gaya kunyah tidak disalurkan secara merata ke jaringan gigi. Agar tidak terjadi fraktur pada gigi setelah perawatan endodontik, perlu diupayakan restorasi dengan bahan restorasi yang sedapat mungkin sama seperti gigi asli supaya tekanan gaya kunyah dapat didistribusikan secara cukup merata.

Seminar kemudian dilanjutkan dengan hands on mengenai perawatan endodontik dengan sistem crown  down dengan instruktur drg Mirza Ariyanto SpKG. Serta drg Rio Suryantoro SpKG membimbing para peserta mengenai restorasi pasca perawatan endodontik. Tampak para peserta dengan penuh minat mengikuti kegiatan hands on ditambah lagi para instruktur yang dengan tekun membimbing. 

Menurut Ketua panitia, drg Sandy Pamadya, dan kemudian ditimpali drg Ferry Jaya MSi yang mengurus pendaftaran, banyak calon peserta hands on yang tidak dapat ikut, karena keterbatasan sarana maka banyak yang terpaksa ditolak. Mendatang kami akan mengadakan kegiatan hands on lagi untuk menampung keinginan para sejawat dokter gigi yang memang sangat berminat, ujarnya.

Fkg-0

Filled Under: Uncategorized
10 March 2015

cuci tangan (2) IMG-20150304-WA0008

Dalam pelayanan kesehatan ternyata mencuci tangan tidak dapat diabaikan. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia WHO (World Health Organization), kebersihan tangan merupakan salah satu dari lima unsur pokok keselamatan pasien.  WHO mencanangkan The Five Elements of Global Patient Safety yang terdiri atas: keselamatan darah, keselamatan penyuntikan, keselamatan prosedur klinis, keselamatan pengelolaan bahan buangan, dan kebersihan tangan. Menyadari hal tersebut, Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) FKG UPDM(B) pada 4 maret 2015 menyelenggarakan pelatihan mencuci tangan yang diikuti para staf medis dan paramedis.

hand patient safety

Pada kesempatan tersebut disampaikan bahwa, mencuci tangan merupakan tindakan membersihkan tangan dan jari jemari menggunakan air dan sabun untuk menjadi bersih dan memutuskan mata rantai kuman serta mencegah penyakit. Dalam kehidupan sehari-hari mencuci tangan perlu dilakukan sebelum menyiapkan makanan, sebelum makan, sesudah dari kamar kecil, sepulang berpergian, sesudah memegang benda kotor, uang dan hewan. Sedangkan pada pelayanan kesehatan, mencuci tangan harus dilakukan sebelum menyentuh pasien, sebelum tindakan asepsis, sesudah terkena cairan tubuh pasien, sesudah menyentuh pasien, dan sesudah kontak dengan lingkungan sekitar pasien. Kemudian dilakukan demo cara mencuci tangan dan para peserta dengan antusias melakukan latihan.

8-step-handwashing-technique

5hand jpg

hand hygiene strategy

fkg-0

Filled Under: Uncategorized
9 March 2015

mds pro 2015 (2)

Moestopo Dentistry Scientific Program (MDS Pro) merupakan sebuah program kerja Senat Mahasiswa FKG Moestopo di bidang ilmiah. Acara ini rutin diadakan setiap tahun, dan tahun 2015 ini merupakaan yang keempat kalinya. Acara yang mengusung tema “Systemic Disease in Dentistry” diadakan di  Titan Center Bintaro pada hari sabtu 7 maret 2015. “Acara ini sangatlah bagus, karena dapat memperkaya dengan gagasan baru dalam bidang kedokteran gigi, dan saya pun bangga karena tahun ini pertama kalinya dapat mendatangkan pembicara internasional, dan hal ini merupakan awal yang baik untuk kedepannya.“ Ujar Ketua Senat Mahasiswa, Rayhan Muhammad, dalam sambutannya.

Pembukaan seminar dimeriahkan dengan tarian tradisional betawi. Peresmian acara seminar dengan pemotongan pita oleh dekan FKG Moestopo, Dr Drg Paulus Januar MS, disaksikan oleh Wadek III bidang kemahasiswaan drg. Diah Indriastuti Sp.RKG(K), ketua Senat Mahasiswa FKG Moestopo, Rayhan Muhammad, dan ketua panitia MDS Pro 2015, M. Shahrie Rabbani. “Saya sangat menyambut baik acara ini dan sangat bangga karena seluruh acara ini dilakukan oleh para mahasiswa. Peningkatan acara pun terlihat dibandingkan tahun-tahun yang lalu yaitu adanya pembicara dari luar negeri sehingga merupakan sebuah prestasi yang sangat baik. Acara ini memberi pelajaran bahwa sejak mahasiswa kita sudah sekuat tenaga mempertinggi dan meningkatkan pengetahuan dengan acara-acara seminar semacam ini, namun bukan hanya ilmu untuk diri sendiri namun untuk perkembangan imu pengetahuan kedokteran gigi.” Ujar Dekan FKG Moestopo dalam sambutannya.  Selanjutnya disampaikan oleh Dekan FKG Moestopo kutipan kata-kata yang pernah diucapkan oleh bapak Prof.Dr.Moestopo yaitu “orang yang menguasai masa depan adalah orang yang selalu ingin belajar”. Maka belajarlah untuk menguasai ilmu dan perkembangannya terutama di bidang kedokteran gigi.

Pembicara yang dihadirkan di seminar kali ini pun tidak kalah dari tahun tahun lalu, bahkan seorang pembicara internasional secara khusus diterbangkan langsung ke Jakarta demi acara MDS Pro 2015 ini. Dr. Kelvin Khng, B.D.S., M.S., FACP. yang merupakan spesialis prosthodonti asal Singapore yang mendapatkan gelar dokter gigi dari National University of Singapore pada tahun 2006, dan Spesialis Proshtodonti di The University of IOWA (USA) pada tahun 2009. Orang yang berpostur tubuh tinggi ini merupakan orang yang sangat ramah dan pintar, dan jauh-jauh didatangkan dari singapore untuk mengisi seminar sesi ke-3 MDS Pro 2015. Beliau memberikan materi tentang Management of Oral Complications of Cancer Patients from a Prosthodontic Perspective.

Bukan hanya seminar, namun dalam MDS Pro diselenggarakan pula Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) yang mengusung tema sama yaitu penyakit sistemik. LKTI kali ini terbagi menjadi dua yaitu kajian pustaka dan penelitian. Lomba yang diikuti mahasiswa kedokteran gigi  dari berbagai peruruan tinggi Indonesia ini diadakan pada hari Jum’at 7 Maret 2015 di ruang rapat besar Gedung FKG Moestopo Jakarta.

Pembicara dan materi yang diberikan pada MDS Pro 2015:

Nama Pembicara

Materi

Yulitri Hapsari, drg., Sp.Perio

Periodontitis sebagai manifestasi penyakit sistemik

Devya Linda, drg., Sp.BM., FISID

Penatalaksanaan pencabutan gigi permanen pada pasien dengan riwayat penyakit sistemik

Dr. Kelvin Khng, B.D.S., M.S., FACP

Management of Oral Complications of Cancer Patients from a Prosthodontic Perspective

Dr. Ananta Rurry, drg., Sp.PM

Membedakan manifestasi mulut penyakit autoimun dengan stomatitis aftosa rekuren

Abdul Haris Tri Prasetyo, dr., Sp.PD

Diabetes Melitus 

Mirza Aryanto, drg., Sp.KG

How to Differ Endodontic Pain and Systemic Pain

 

Fkg-yn

Filled Under: Uncategorized
28 February 2015

muscular sm 2015 DSCF2086

Moestopo Cup Annual and Art (Moescular) kembali digelar pada tahun 2015 ini, dengan mengusung tema Health For The Nation (Live for Health, Fun, and Make It Sporty). Moescular merupakan kegiatan rutin tahunan yang diadakan senat mahasiswa FKG UPDM(B). Pada Moescular berlangsung berbagai perlombaan yang meliputi futsal putra dan putri, basket putra, fotografi, dan band. Peserta kompetisi ini FK dan FKG se-Jakarta. Tahun ini diselenggarakan di Gor Bulungan Jakarta Selatan selama seminggu yaitu dari 22 Februari sampai 27 Februari 2015, dan penutupan dilaksanakan di kampus FKG Moestopo Bintaro pada hari Minggu tanggal 1 Maret 2015.   

Pembukaan acara dilakukan secara simbolis oleh Dekan FKG Moestopo, Dr. Drg. Paulus Januar, dengan tendangan bola futsal ke dalam gawang. Selain itu hadir pula Wadek III bidang kemahasiswaan drg. Diah Indriastuti, Sp.RKG(K). Pembukaan Moescular 2015 dimeriahkan oleh tarian dari TRAIDANCE yang sangat memukau para hadirin.

“Acara ini mudah-mudahan bisa menjalin hubungan yang lebih baik dan bisa saling mengenal antar FK dan FKG lain se-Jakarta karena kita adalah teman sejawat di bidang kesehatan, suportivitas yang dijunjung tinggi dalam pertandingan ini sehingga acara diharapkan berjalan lancar dan damai sampai akhir, dan panitia harus tetap semangat dan selalu menjalankan tugas secara seksama dengan penuh tanggung jawab” ujar Panji Adihartawan selaku Ketua Acara Moescular 2015. 

Tim yang bertanding berasal dari FK Atmajaya, FK UI, FK UKI, FK Trisakti, FKG Trisakti, dan FKG Moestopo. Mereka akan memperebutkan hadiah total jutaan rupiah dalam acara Moescular 2015 ini. Sedangkan dari fotogfrafi sebanyak 7 orang dari peserta umum, dan 3 band yang lolos seleksi akan tampil di penutupan acara.

Sebagaimana setiap tahunnya, kemeriahan acara tetap berlangsung. Pertandingan Band pun tidak kalah menariknya karena menghadirkan juri-juri yang terkenal di bidangnya yaitu Tata “tangga”, Jermiah “VNS”, dan Bianca “The Nelwans”.

“Acara ini merupakan acara yang sangat positif, karena sebagai mahasiswa kita tidak harus belajar setiap saat, namun diimbangi dengan kegiatan-kegiatan kemahasiswaan. Ibaratkan sebuah segitiga yang terdiri dari 3 poin penting, yaitu yang paling atas keagamaan, kedua belajar, dan yang terakhir olahraga. Hal itu harus seimbang.” Ujar Wadek III bidang kemahasiswaan drg. Diah Indriastuti Sp.RKG(k) di sela-sela acara berlangsung.

“Saya salut dengan kekompakan para panitia, mereka rela menyisihkan waktu disela-sela libur kuliah untuk mengadakan acara ini. Panitia yang sangat sigap dan regenerasi SDM yang bagus merupakan kunci suskes dari sebuah kepanitian di acara ini.” kata Koordinator Lapangan Moescular  Andreas Simamora yang merupakan juga anggota bidang IV Senat Mahasiswa.

Sesungguhnya memang semua aspek pembelajaran bukan hanya dari segi akademis saja, namun dari segi kreatifitas dan kesehatan jasmani juga, dan mudah-mudahan acara ini dapat membuat mahasiswa berjiwa kompetitif dan menjadi ajang silahturahmi antar mahasiswa bidang kesehatan khususnya di wilayah Jakarta sendiri. Selain itu diharapkan dari kegiatan ini dapat menjadi jenjang untuk mengukir prestasi.

Fkg-yn

Filled Under: Uncategorized
24 February 2015

gathering feb 2015 WIL_7782a

Sejenak melepaskan diri dari penat dan suntuknya tugas setiap hari. Namun dari sana akan tumbuh semangat serta inspirasi baru untuk bekerja memajukan FKG Moestopo. Demikian ujar Dekan FKG UPDM(B) ketika menyampaikan kata pengantar rekreasi “gathering” FKG UPDM(B) pada 16-17 februari 2015 di kota kembang Bandung.  Kegiatan diikuti dosen dan karyawan yang sangat antusias berdatangan berkumpul di kampus sejak jam 6 pagi.

Di hari yang mendung namun tidak jua hujan, rombongan sebanyak 4 bus berangkat ke Bandung dengan cukup lancar.  Tujuan pertama adalah TMP Cikutra untuk berziarah ke makam alm Prof DR Moestopo. Di pusara Prof DR Moestopo dilakukan doa bersama dipimpin Prof Dr drg Narlan dilanjutkan tabur bunga menghormati dan mengenang almarhum.

ziarah makam pak moestopo IMG-20150216-WA0039

Selanjutnya makan siang dilanjutkan berdendang serta atraksi bersama. Dari staf akademis dengan gayanya yang jenaka menampilkan dinamika perubahan kurikulum. Staf keuangan memanggil semua dengan atraksi marilah kemari. Suasana menjadi bertambah cair dengan berbagai permaian dan door prize  antara lain telpon gengam dan sepeda motor. Akhirnya dari bagian periodontia menggoyang semua yang hadir dengan dangdutnya.

Malamnya lebih seru lagi pada malam kreatifitas dari kita untuk kita. Ternyata bermunculan kreasi dari para staf FKG Moestopo yang seringkali di luar dugaan. Kalau perlu berlatih berhari-hari untuk mempersiapkannya, bahkan sampai ada yang menyiapkan kostum khusus. Bagian orthodonsi menampilkan barisan penari maragam-ragam yang rapi dan kompak. Dari staf prostodontia dengan penampilannya yang sangat estetik. Para staf pedodontia dengan tampilan keibuan mengenakan dasternya. Dari bedah mulut dengan koreografinya yang sangat menawan. Serta juga dari bagian IKGM dengan petatah petitih penyuluhan kesehatan gigi. Serta laboratorium konservasi gigi dengan penampilan bernuansa keceriaan parahyangan. Pada kesempatan yang baik tersebut juga dilakukan perkenalan dengan para staf pengajar baru FKG UPDM(B). Hadir 16 dosen baru yang akan menjadi pendukung hari hari depan FKG UPDM(B).

Hari ke dua diisi dengan interaksi bersama dan berbelanja oleh-oleh bagi yang ditinggal di rumah. Kemudian pada perjalanan pulang kegembiraan bersama tidak jua sirna,  meski dilanda kemacetan parah di jalan tol. Pulangnya semua peserta membawa hadiah door prize dan yang beruntung mendapat pesawat televisi, serta ada pula yang mendapat sepeda lipat sumbangan dari Ketua Pembina Yayasan UPDM.

gathering feb 2015 100_6951

 Meski melelahkan apalagi selama hampir sebulan mempersiapkannya, namun semuanya sirna ketika acara berakhir dengan menyenangkan. Demikian ungkapan drg Sandy Pamadya yang selama ini aktif mempersiapkan kegiatan. Sedangkan drg Lisbeth Aswan yang rajin mencari doorprize menyampaikan rasa terima kasih yang tidak terhingga pada para sponsor pendukung kegiatan ini. Ungkapan terima kasih dihaturkan pada para sponsor yang telah beraprtisipasi yaitu: Andini + Bimatama Tour & Travel + Bintang Saudara + Centrum + Cobra Dental  +  Dentino + Dentsply  +  Double Tree  Hotel + drg Andri S. + drg Yongky Dental Lab +  Fondaco + Global Dental  +  Invisalign + M3i + Mercure Hotel Bandung  + Ormco + Prima Alkesindo + PT KIM + Seon Seon Dental Lab + Sunardi Dental Lab + Thomasong.

 

Fkg-0

Filled Under: Uncategorized
24 February 2015

logo-lam-214

Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes) mulai  melaksanakan tugas dan fungsinya pada tanggal 1 Maret 2015. LAM-PTKes akan menyelenggarakan akreditasi terhadap sekitar 2900 program studi pendidikan tinggi kesehatan. Pimpinan perguruan tinggi bidang kesehatan dihimbau menjalankan akreditasi oleh LAM-PTKes sesuai aturan yang berlaku.  Pada 2015, LAM-PTKes memiliki target mengakreditasi 788 program studi kesehatan yang habis masa berlaku akreditasinya pada tahun ini.  Hal itu disampaikan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Prof Dr Mohammad Nasir ketika melakukan peluncuran LAM-PTKes pada 12 februari 2015 lalu.  

LAM-PTKes merupakan hasil perjuangan masyarakat profesi kesehatan yang terdiri dari asosiasi institusi pendidikan dan organisasi profesi bidang kedokteran (AIPKI dan IDI), kedokteran gigi (AFDOKGI dan PDGI), bidan (AIPKIND dan IBI), Perawat (AIPNI dan PPNI), gizi (AIPGI dan PERSAGI), farmasi (APTFI dan IAI), dan kesehatan masyarakat (AIPTKMI dan IAKMI).  Masyarakat profesi kesehatan pada desember 2011 telah menyepakati pendirian lembaga akreditasi mandiri bagi pendidikan tinggi kesehatan. Selanjutnya kesepakatan tersebut dikukuhkan dalam bentuk badan hukum LAM-PTKes melalui keputusan Menteri Hukum dan HAM No.  AHU-30.AH.01.07 tahun 2014 dan kemudian berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan no. 291 tahun 2014 mendapatkan pengakuan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Pendirian LAM-PTKes dilakukan sebagai upaya penjaminan mutu pendidikan tinggi kesehatan. Dalam upaya penjaminan mutu pendidikan tinggi sebagaimana diamanahkan UU No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan diperkuat UU No. 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi ditetapkan Peraturan menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 50 tahun 2014 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi (SPM-Dikti). Dalam hal ini SPM-Dikti terdiri atas Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME). SPMI dilakukan oleh perguruan tinggi, sedangkan SPME dilakukan melalui akreditasi oleh BAN-PT dan Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM). Selanjutnya mengenai akreditasi dituangkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan no. 87 tahun 2014 tentang Akreditasi Program Studi dan Perguruan Tinggi.

Peningkatan mutu pendidikan tinggi kesehatan diharapkan dapat mendorong peningkatan kesehatan masyarakat. Ketua Pengurus LAM-PTKes, Prof Dr Usman Chatib Warsa, pada kesempatan tersebut menyatakan bahwa tujuan akreditasi oleh LAM-PTKes bukan hanya untuk memberikan status dan peringkat saja, tetapi utamanya untuk menumbuhkan kesadaran, motivasi, dan langkah konkret yang akhirnya bermuara pada peningkatan mutu berkelanjutan.

LAM-PTKes memiliki visi terjaminnya mutu pendidikan tinggi kesehatan yang berstandar global. Misinya adalah terselenggaranya akreditasi nasional pendidikan tinggi secara berkelanjutan yang dipercaya semua pemangku kepentingan.

AKREDITASI FKG

LAM-PTKes merupakan lembaga akreditasi mandiri yang pertama berdiri, dan diharapkan akan diikuti bidang ilmu lainnya. Selama ini akreditasi pendidikan tinggi kesehatan dilakukan oleh BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi). Kini selanjutnya di masa mendatang LAM-PTKes yang akan menyelenggarakan akreditasi bagi perguruan tinggi kesehatan, termasuk akreditasi untuk FKG. Direncanakan akreditasi FKG akan diselenggarakan untuk program studi akademis dan profesi kedokteran gigi.  Saat ini sudah dikembangkan pula borang akreditasi yang dirancang khusus bagi pendidikan kedokteran gigi.

Bagi FKG UPDM(B) akreditasi berikutnya akan berlangsung paling lambat pada 2018. Agaknya mulai sekarang sudah harus mulai mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Banyak hal yang perlu dibenahi agar FKG UPDM(B) mampu memperoleh hasil akreditasi yang baik. Kalau masih berdiam diri mungkin akan terlambat dalam menyongsong akreditasi FKG UPDM(B) mendatang. Mari kita singsingkan lengan baju untuk mempersiapkan diri bagi akreditasi FKG UPDM(B) yang akan dilakukan oleh LAM-PTKes!

fkg-0

Filled Under: Uncategorized
28 January 2015

IMG_0042

Wajah serta celoceh ceria mewarnai suasana pagi 28 januari 2015 di aula gedung baru FKG UPDM(B).  Betapa tidak, pagi itu berlangsung acara angkat sumpah dan pelantikan dokter gigi baru lulusan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof Dr Moesotpo (Beragama).  Kali ini 12 dokter gigi baru yang diambil sumpahnya. Dengan bertambahnya dokter gigi baru tersebut kni alumni FKG UPDM(B) seluruhnya menjadi 3.150 dokter gigi.

Dekan FKG UPDM(B), Dr drg Paulus Januar, dalam sambutannya menyampaikan bahwa upacara ini merupakan sesuatu yang istimewa karena inilah pertama kali angkat sumpah pelantikan dokter gigi diselenggarakan di gedung baru FKG UPDM(B). Dengan adanya gedung baru 6 lantai diharapkan dapat lebih menunjang kemajuan FKG UPDM(B).  Selanjutnya disampaikannya hal baru lain, yaitu para dokter gigi yang diambil sumpahnya merupakan generasi pertama yang lulus setelah  menjalani Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter Gigi (UKMP2DG).   

Ucapan selamat menyelesaikan pendidikan dokter gigi, serta selamat berbahagia pada para orang tua dokter gigi baru, disampaikan oleh Rektor UPDM(B), Prof Dr H Sunarto MSi. Dikemukakan harapan agar senantiasa meneladan Bapak Prof DR Moestopo yang tidak hanya nyaman sebagai dokter gigi, melainkan tetap berjuang terus. Selanjutnya pada para dokter gigi baru diharapkan tidak berhenti menuntut ilmu karena bagi orang yang masih belajar terus, merekalah yang menguasai masa depan.

Sambutan mewakili Yayasan UPDM disampaikan Pembina Yayasan, Prof Dr Thomas Suyatno yang mengingatkan tentang tanggung jawab sebagai dokter gigi di tengah masyarakat. Dikemukakan, menempuh kuliah dan ujian merupakan sesuatu yang berat, namun yang yang lebih berat lagi adalah ujian yang kelak dialami di tengah masyarakat luas. Selanjutnya disampaikan nama baik almamater UPDM(B) juga terletak di pundak para alumni.

sumpah drg1

Dokter gigi baru lulusan FKG UPDM(B) yang menjalani angkat sumpah pelantikan meliputi:

  • Agitha Azahara, SKG, drg
  • Aloysius Kiyoshi Sumo Wardoyo, SKG, MM, drg
  • Alveolie Gabriela, SKG, drg
  • Azyyati Putri, SKG, drg
  • Angeline Antony, SKG, MM, drg
  • Cikadify Ramita Pranatalia Umar, SKG, drg
  • Danty Melianingrum, SKG, drg
  • Derisa Ari Nugroho, SKG, drg
  • Gilang Ramadhan Herjono Pratama, SKG, drg
  • Kim Jae Duk, SKG, drg
  • Sigit Ariawan, SKG, drg
  • Sinta Kusuma Wardani, SKG, drg

drg moestopo jan 2015

SELAMAT DAN SUKSES PARA DOKTER GIGI BARU

Filled Under: Uncategorized
28 November 2014

IMG_3785IMG_3793

Pengabdian masyarakat diselenggarakan FKG Moestopo pada 24-26 november 2014 di Kepulauan Seribu. Kegiatan pengabdian masyarakat diselenggarakan dalam bentuk pelayanan kesehatan gigi dan kesehatan umum bagi masyarakat. Terjun dalam kegiatan ini tim FKG Moestopo sebanyak 56 orang yang terdiri dari staf pengajar dan mahasiswa.   

Kepulauan Seribu sebenarnya merupakan bagian dari DKI Jakarta, namun keadaannya tidaklah sama dengan wilayah ibukota lainnya. Kalau wilayah ibukota lainnya terletak di daratan, Kepulauan Seribu terdiri atas kepulauan. Seluruhnya terdapat 110 buah pulau yang tercakup dalam Kepulauan Seribu. Dari sekian banyak pulau tersebut 12 diantaranya dihuni penduduk yaitu P. Pramuka, P. Panggang, P. Kelapa, P. Kelapa Dua, P. Harapan , P. Tidung, P. Besar, P. Payung Besar, P. Pari, P. Untung Jawa, P. Lancong Besar dan P. Sebira. Jumlah penduduk kepulauan seribu sekitar 23.000 orang.

Kalau di wilayah DKI Jakarta lainnya di setiap pelosok terdapat klinik, klinik gigi, maupun praktik dokter dan dokter gigi. Namun di Kepulauan seribu tidaklah demikian halnya, bila kita berkeliling tidak akan dijumpai klinik umum ataupun klinik gigi maupun praktik dokter dan dokter gigi. Fasilitas kesehatan yang terdapat di sana adalah sebuah RSUD milik Pemerintah Daerah dan 8 puskesmas. Klinik swasta maupun praktik pribadi dokter tidak ada. Dengan terbatasnya sarana pelayanan kesehatan di Kepulauan Seribu, maka beberapa mahasiswa FKG UPDM(B) merasa terdorong dan berinisiatif menyelenggarakan bakti sosial pelayanan kesehatan di sana.

SIAP MENJADI TEMPAT KEGIATAN

Pembukaan kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan oleh Bupati Kebupaten Administratif Kepulauan Seribu, Dr Asep Syarifuddin yang diwakili oleh Kabag Kesmas. Dikemukakannya anjuran bagi masyarakat untuk mengikuti kegiatan bakti sosial. Sedangkan Kepala Suku Dinas Kesehatan Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu, drg Nyoman Suartanu, menyatakan menyambut baik kegiatan bakti sosial yang diselenggarakan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof DR Moestopo (Beragama). Uluran bantuan pelayanan kesehatan gigi dan umum masih dibutuhkan di Kepulauan Seribu. Disampaikan pula harapan agar kegiatan ini dapat dilanjutkan dengan program berikutnya di masa mendatang. Ditandaskannya, Kepulauan Seribu siap menjadi tempat kegiatan bagi FKG Moestopo.  

PELAYANAN KESEHATAN

Kegiatan bakti sosial dijalankan dalam bentuk pelayanan kesehatan gigi dan umum bagi masyarakat yang membutuhkan. Pada 24 november 2014 kegiatan dilakukan di P. Pramuka yang merupakan pulau tempat ibukota Kepulauan Seribu. Kemudian pada 25 dan 26 november 2014 dilaksanakan di P. Panggang yang merupakan pulau dengan penduduk terbanyak dan terpadat.

Pelayanan kesehatan gigi yang dijalankan meliputi penyuluhan, asesmen risiko karies, pemeriksaan dan perawatan penyakit gigi, pengobatan, serta rujukan. Selama tiga hari masyarakat berbondong-bondong berdatangan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Menurut ketua panitia, Arif Munawar SKG, sangat besar minat masyarakat untuk mengikuti kegiatan bakti sosial FKG Moestopo ini.

Sekretaris panitia, Dinar Secioria SKG, menuturkan pada hari pertama pasien pelayanan kesehatan gigi sebanyak 606 orang, dan pelayanan kesehatan umum 166 orang. Hari kedua meningkat, yakni pasien pelayanan kesehatan gigi 647 orang, dan pelayanan kesehatan umum 317 orang. Pada hari terakhir, pasien pelayanan kesehatan gigi 118 orang dan pelayanan kesehatan umum 219 orang. Selama tiga hari total dilayani 1371 pasien gigi dan 702 pasien umum, dengan total yang dilayani sebanyak 2073 orang. Sungguh sangat melelahkan, namun dirasakan kebahagiaan karena dapat menolong masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

Kegiatan bakti sosial FKG UPDM(B) di Kepulauan Seribu dapat terlaksana berkat bantuan berbagai pihak. RM Norman Tri Kusumo SKG yang menjadi seksi humas panitia menyampaikan ungkapan terima kasih kepada semua pihak yang membantu terutama pada Pemda Kepulauan Seribu beserta Sudinkesnya, Kementerian Kesehatan, serta para sponsor yaitu Unilever dengan produknya Pepsodent, Antangin, dan Getfolks. Juga kepada RSUD dan Puskesmas setempat yang telah membantu serta menerjunkan tenaga dokternya untuk membantu pelayanan kesehatan umum.  

 Berita terkait:

 

WARGA PULAU PRAMUKA SAMBUT BAIK PENGOBATAN GRATIS:  http://beritapulauseribu.com/berita-warga-pulau-pramuka-sambut-baik-pengobatan-gratis.html

 

 IMG_3763

fkg-0

Filled Under: Uncategorized
28 November 2014

masticate 20141122_105950

Masticate atau Moestopo Advanced Simulation and Training in Cases of Accident and Emergency merupakan kegiatan bagi mahasiswa FKG Moestopo agar mereka mengetahui tindakan-tindakan medis darurat jika terjadi kecelakaan. Acara semacam ini merupakan yang  pertama kalinya diadakan oleh bidang 1 senat mahasiswa FKG Moestopo. Pelatihan ini digagas oleh kepengurusan senat tahun ini dan merupakan ide dari ketua senat Rayhan Muhammad.

Pada Fakultas Kedokteran Gigi lain sudah ada yang mempunyai Tim Darurat Medis, sedangkan di FKG Moestopo tidak ada bahkan belum ada acara pelatihan mengenai hal ini. Kenyataan inilah yang melatarbelakangi senat mahasiswa FKG UPDM(B) mengadakan kegiatan Masticate,  di samping juga memang perlu untuk para mahaiswa. 

Acara yang diadakan di lantai 5 gedung lama ini mengundang para pemateri yang berasal dari PMI (Palang Merah Indonesia) cabang Jakarta Selatan. Simulasi-simulasi pun diberikan dengan membagi peserta menjadi empat kelompok kecil dan para peserta dalam kelompok bergantian mendapat materi dari masing-masing pos. Ada empat pos simulasi yang tersedia, yaitu pos 1 simulasi korban patah tulang, pos 2 simulasi korban perdarahan, pos 3 simulasi BHD (Bantuan Hidup Dasar) seperti CPR, dan pos keempat simulasi cara mengevakuasi korban. Simulasi-simulasi tersebut memberikan peluang kepada peserta untuk mempraktekan langsung teori-teori yang telah diberikan.

Selain simulasi diberikan juga materi-materi seputar kegawatdaruratan medis dan sharing pengalaman yang diberikan oleh bapak Andi Iwan Prasetya MN, selaku kepala Subsie. Relawan dan Diklat PMI Jakarta Selatan. Acara yang diadakan hari sabtu, 22 november 2014 ini dihadiri lebih dari 100 orang peserta, mereka sangat antusias dengan acara ini walaupun harus membayar Rp.50.000 dan rela untuk datang ke kampus walaupun di hari libur. 

“Acara semacam ini sudah dilakukan 3 kali oleh FKG Moestopo tapi untuk para staff RSGM, untuk para mahasiswa sendiri belum pernah diadakan. Dan saya sangat mengapresiasi acara ini karena inisiatif dari senat mahasiswa untuk mengadakan acara kegawatdaruratan medik dasar untuk para mahasiswa yang sangat berguna. Apalagi pada bulan September 2015 mendatang akan diadakan ‘Skill Lab’ sehingga kegiatan Masticate  semacam ini sangat mendukung untuk para mahasiswa yang akan memasuki klinik.” Ujar dekan FKG Moestopo, Dr.Paulus Januar drg MS, dalam sambutannya.

Walaupun sebagai dokter gigi mungkin tidak mempelajari hal semacam ini dalam  perkuliahan, namun hal ini sangat penting untuk diketahui karena kita adalah tenaga medis yang harus siap sedia jika ada hal semacam ini terjadi dan yang paling penting tahu cara penanganannya. Tidak mustahil kegiatan kemanusiaan kita dapat menolong banyak nyawa.

Fkg-yn

Filled Under: Uncategorized
8 November 2014

seminar perio nov 2014 moestopo P_20141106_084547_PN

Sekitar 60% penduduk dunia memerlukan perawatan periodontal dan di antaranya 11,2% menderita penyakit periodontal yang parah. Hasil penelitian Kassebaum dkk. (2014) tersebut disampaikan Dr Gilles Gagnot dalam ceramahnya di gedung baru FKG UPDM(B) pada 6 november 2014. Pada kesempatan tersebut Dr Gilles Gagnot dari Rennes University-Perancis menyampaikan ceramah dan pelatihan bertajuk: Ultrasonic Periodonal Debridement The State Of The Art of Perio and Implant Treatment.

Pembicara mengemukakan, penyakit periodontal yang banyak diderita masyarakat ternyata sekitar 80% dapat disembuhkan tanpa operasi. Ultrasonic periodontal debridement merupakan metode perawatan mutahir yang banyak digunakan untuk menyembuhkan penyakit periodontal. Ultrasonic periodontal debridement merupakan prosedur non-operasi dengan menggunakan peralatan ultrasonik. Pada ultrasonic periodontal debridement dilakukan disorganisasi terhadap biofilm serta produk-produk ikutannya. Dikemukakannya, dengan kemajuan ilmu dan teknologi, kini telah dikembangkan alat khusus yang dapat digunakan untuk melakukan ultrasonic periodontal debridement yang selain itu sekaligus juga dapat digunakan untuk perawatan lainnya seperti konservasi gigi dan perawatan pedodontia.

Selanjutnya Dr Gilles Gagnot menuturkan, perawatan ultrasonic periodontal debridement lebih baik dari perawatan dengan melakukan root planning. Pada perawatan root planning dilakukan pembuangan jaringan sementum yang lunak (softened cementum) yang terdapat pada akar gigi. Sedangkan pada ultrasonic periodontal debridement hanya dilakukan pembersihan terhadap bakteri dan produk-produknya pada biofilm yang terbentuk di permukaan cementum, dan jaringan cementum dapat tetap dipertahankan.

Dibandingan dengan root planning, maka pada prosedur ultrasonic periodontal debridement dilakukan intervensi yang lebih minimal, sehingga destruksi jaringan lebih kecil, pasien lebih nyaman serta penyembuhan yang lebih cepat. Hal ini dicapai karena pada ultrasonic periodontal debridement pelepasan deposit dilakukan tanpa tekanan melainkan hanya dilakukan vibrasi dan hasilnya lebih maksimal karena dibarengi dengan irigasi bahan desinfektans. Disamping itu proses pengerjaannya lebih cepat dan dari segi biaya akan lebih ekonomis.  Dengan demikian penggunaan metode ultrasonic periodontal debridement akan membuat perawatan periodontal yang kita lakukan akan lebih mudah.

Pada kesempatan tersebut pembicara juga mempresentasikan kasus-kasus penyakit periodontal yang dirawat dengan ultrasonic periodontal debridement.  Dari pemaparan laporan kasus menunjukkan perawatan tersebut dapat menangani baik kasus penyakit periodontal yang ringan hingga yang cukup parah.

Seminar yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama) bekerja sama dengan P.T. Dentino diikuti lebih dari 200 peserta dan beberapa di antaranya sejawat yang berasal dari luar Jakarta, bahkan ada yang dari luar jawa. Setelah seminar dilakukan pelatihan (hands on) mengenai ultrasonic periodontal debridement yang diikuti oleh 34 peserta.

Menurut ketua panitia, drg Sandy Pamadya, seminar dan pelatihan ini merupakan kegiatan yang akan diselenggarakan secara rutin oleh FKG UPDM(B) untuk pengembangan profesi bagi para dokter gigi. Diungkapkannya, ternyata animo dari para dokter gigi cukup besar hingga panitia sampai kewalahan. Sebenarnya masih lebih banyak lagi yang berminat turut serta namun terpaksa ditolak karena keterbatasan tempat.

fkg-0
dentino nov 2014)

hands on perio nov 2014 moestopo

 

Filled Under: Uncategorized
8 November 2014

jisfo 2014

Pada JISFO lembaga dakwah fakultas atau rohis dari ketiga fakultas kedokteran gigi di Jakarta mengadakan kegiatan. Rangkaian acara JISFO 2014 ini antara lain bakti sosial, lomba karya tulis ilmiah, dan acara puncaknya yaitu seminar dan hands on courses kedokteran gigi yang dilakukan 8-9 November 2014.

Pada 6 November 2014 dilaksanakan final lomba karya tulis ilmiah mahasiswa, yang terdiri dari Research Competition dan Literature Review. Acara final dilaksanakan di gedung FKG UI salemba dan dihadiri oleh wakil dekanat UI yaitu Dr.drg.Sri Leliati SU,Sp.Perio(K) dan perwakilan dari ketua SKI Izatul Islam FKG Moestopo Agung Maulana, ketua BPI UI Taufik Hamzah, dan Ketua SKI Al Hajj FKG Trisakti Ari Satria.

Juri dari perlombaan ini terdiri dari drg Retno Damayanti M.Kes dan drg Putri Oktanauli M.Si yang berasal dari FKG Moestopo, Dr drg Lisa Amir dan drg Peter Andreas M.Kes yang berasal dari FKG UI, serta drg Tri Putringa Agustin Sp.KGA dan drg Enny Marwati M.Kes yang berasal dari FKG Trisakti.  Para juri merupakan orang-orang yang ahli dalam bidangnya dan sangat aktif dalam memberikan pertanyaan kepada para peserta ketika presentasi.

Sistem perlombaan dalam final ini adalah mengambil nomor undian untuk giliran presentasi, lalu mempresentasikan karya ilmiahnya di hadapan dewan juri, setelah itu para dewan juri pun mengajukan pertanyaan. Para peserta lomba mahasiswa FKG yang berasal dari seluruh Indonesia, dan hanya beberapa yang berhasil masuk final. Peserta literature review yang memasuki tahap final berasal dari Unej, UI, dan Unair. Sedangkan untuk Research Competition adalah Unsoed, Unej, dan UI.

Setelah tahap demi tahap dilewati, terpilihlah para juara yang merupakan hasil mutlak dari para dewan juri. Untuk Literature Review dan Research Competition kedua-duanya dimenangkan oleh Universitas Jember. Pemenang Literature Review mendapat hadiah 1 juta rupiah dan untuk Research Competition mendapat hadiah 1,5 juta rupiah. Selamat untuk para pemenang, dan teruslah menulis karya-karya terbaik di bidang kedokteran gigi. 

fkg-yn

Filled Under: Uncategorized