HEADLINE
August 26th, 2015

mjn ntt logo jpgmjn 2015 sikka (4big)

Penjelajahan Moestopo Jelajah Nusantara (MJN) tahun 2015 ini di bumi Nusa Dipa Flores NTT, tepatnya di Kabupaten Sikka. Kegiatan utama MJN 2015 sama seperti yang selama ini sudah dilakukan yaitu bakti sosial pelayanan kesehatan gigi dan umum bagi masyarakat di daerah terpencil yang membutuhkan. MJN diselenggarakan mengingat banyaknya masyarakat yang selama ini tidak mendapatkan pelayanan kesehatan gigi, meski sebenarnya sangat membutuhkan.

MJN diselenggarakan oleh FKG UPDM(B) berlangsung selama 2 minggu pada 9 hingga 23 agustus 2015.  Tim MJN kali ini berjumlah 70 orang terdiri atas dosen, sarjana kedokteran gigi peserta program profesi dokter gigi, dan panitia dari Senat Mahasiswa FKG UPDM(B).

Kedatangan rombongan MJN 2015 disambut Wakil Bupati Sikka, Paolus Nong Susar, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Sikka, dr Maria Benardina Sada Nenu MPH. Hadir pula pada penyambutan tersebut  para camat serta para kepala puskesmas. Hal yang istimewa pada MJN kali ini adalah upaya yang bersungguh-sungguh dari Pemerintah Daerah Sikka hingga menyiapkan panitia lokal diketuai drg Harlin Hutauruk untuk secara khusus membantu tim MJN dari FKG Moestopo.

Kepada rombongan MJN, Wakil Bupati menyampaikan selamat datang dan menurutnya kegiatan yang diselenggarakan FKG UPDM(B) merupakan bentuk dukungan dan kiranya dapat membantu menjawab kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan gigi. Disampaikannya, penduduk Kabupaten Sikka sekitar 317 ribu orang. Berdasar data yang terdapat, saat ini terdapat 9 orang dokter gigi yang sebagian besar adalah pegawai tidak tetap (PTT), hingga terdapat kemungkinan akan pindah ke tempat lain setelah tugasnya berakhir.    

mjn pengobatan gratis jpg

Kegiatan MJN meliputi pemeriksaan serta pengobatan gigi dan umum, penyuluhan kesehatan gigi dan pencegahan penyakit gigi bagi siswa sekolah dasar. Kegiatan MJN 2015 diadakan di 8 kecamatan di wilayah Kabupaten Sikka. Selama seluruh kegiatan MJN berhasil dilayani total 9490 orang pasien. Sedangkan berdasarkan kecamatan yang ditangani meliputi:

Waigete

1348

Bola

776

Magepanda

1526

Wolomarang

1582

Koting

914

Paga

1684

Nele

1057

Lakebai

593

 

9490

Karena kelangkaan pelayanan kesehatan gigi serta masih perlu dikembangkannya kesadaran masyarakat akan pemeliharaan kesehatan gigi, maka selama bakti sosial MJN 2015 banyak dijumpai kasus penyakit gigi yang sudah dalam taraf lanjut.

MJN 2015 DHE

Sebagaimana pada kegiatan MJN yang di masa lalu telah dilakukan, selain perawatan diberikan prioritas pada penyuluhan serta pencegahan penyakit gigi. Hal ini terutama dilaksanakan dengan mengunjungi sekolah dasar. Kepada para siswa diberikan pendidikan kesehatan gigi karena diharapkan kebiasaan yang telah ditanamkan sejak masa kecil akan terbawa terus hingga dewasa.    

pj suara sikka jpg

Sehubungan kegiatan MJN juga sempat berlangsung wawancara pada siaran langsung Radio Suara Sikka yang dikelola Pemerintah Daerah. Wawancara langsung ini sekaligus merupakan kesempatan yang baik untuk sosialisasi mengenai kesehatan gigi pada masyarakat luas. Kemudian ketika kepada pendengar diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan secara langsung melalui telpon maupun SMS, ternyata banyak sekali warga masyarakat yang menghubungi tidak semuanya dapat terjawab. Hal ini menunjukkan memang masih sangat diperlukan informasi mengenai kesehatan gigi. Pertanyaan masyarakat pendengar terutama mengenai penyakit gigi yang dialaminya, pemeliharaan kesehatan gigi, serta juga keluhan mengenai masih belum meratanya pelayanan kesehatan gigi.

pantai-koka-di-kabupaten-sikka

MJN 2015 selain melaksanakan bakti sosial juga menggunakan kesempatan kunjungan untuk mengenal daerah Sikka yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Indonesia. Termasuk bersama-sama berekreasi menikmati alam Sikka dengan gunung dan pantainya yang aduhai indahnya. Para peserta MJN sangat kagum akan keindahan alam kabupaten Sikka yang selama ini tidak banyak diberitakan. Mereka juga berbaur dengan penduduk dalam kegembiraan kesenian Sikka, serta juga menikmati kulinernya yang khas lezatnya. MJN 2015 bukan hanya menangani masalah kesehatan juga mengenal situasi kehidupan serta menanamkan pemahaman solidaritas akan kebersamaan sebagai Indonesia yang Satu.

mjn 2015 sikka ntt aaeb4 jpg

Pada akhir kegiatan, Ihsan selaku ketua Panitia MJN 2015 FKG UPDM(B) menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah menunjang terselenggaranya kegiatan, terutama atas dukungan dan bantuan dari Kementerian Kesehatan, dan Pemda Kabupaten Sikka beserta jajaran Dinas Kesehatan, para camat dan puskesmas yang telah turun tangan membantu. Tidak lupa disampaikan terima kasih pada para sponsor: Abhident Perkasa, Airport TV, BNI, BTN, Cobra Dental, Deltomed, Formula, Kalbe Farma, Kimia Farma, Lubana Sengkol, Oxy Fresh, Sari Husada, dan Voco. 

Berita terkait:

70 Dokter Gigi Moestopo Baksos di Sikka: http://kupang.tribunnews.com/2015/08/09/70-dokter-gigi-moestopo-baksos-di-sikka

 fkg-0

Filled Under: Uncategorized
25 August 2015

SEAADE bannerseaade_bali_2015

Pertemuan tahunan ke 26 SEAADE (South East Asia Association for Dental Education) yang dilanjutkan dengan Temu Ilmiah IADR SEA Division (International Association of Dental Research South East Asia) berlangsung di Kuta – Bali pada 12 – 15 agustus 2015. Berdasarkan buku program, total pada pertemuan bersama tersebut seluruhnya berlangsung 327 presentasi ilmiah dalam bentuk ceramah utama, ceramah singkat, dan presentasi poster, termasuk di antaranya presentasi yang disampaikan oleh beberapa staf pengajar FKG UPDM(B).

Pertemuan SEAADE 2015 dihadiri oleh para dekan dan pimpinan institusi pendidikan dokter gigi bukan hanya dari negara-negara di asia tenggara saja namun juga diikuti peserta dari negara-negara asia lainnya seperti Jepang, Cina, Taiwan, dan Korea Selatan. Tentu saja peserta dari Indonesia sebagai tuan rumah yang memiliki 31 institusi pendidikan kedokteran gigi merupakan peserta yang cukup menonjol jumlahnya, termasuk dekan FKG UPDM(B), Dr drg Paulus Januar MS, yang turut pula hadir.

Pada pertemuan SEAADE 2015 dibahas pengembangan pendidikan kedokteran gigi dengan mengusung tema: “Advanced And Innovations in Dental Education: Current Concepts.” Dalam beberapa sesi pertemuan tampil para pakar pendidikan kedokteran gigi yang menyampaikan pemikiran maupun saling membagikan pengalamannya. Sehubungan dengan perkembangan konsep mutahir dalam pendidikan kedokteran gigi mencuat pembahasan mengenai kompetensi dokter gigi, studi interprofesional, dan peran pendidikan untuk pemerataan kesehatan gigi.

KOMPETENSI DOKTER GIGI

Lokakarya mengenai kompetensi dokter gigi merupakan kegiatan utama pertemuan SEAADE kali ini. Berdasarkan hasil kerja tim persiapan telah disusun naskah rancangan standar kompetensi utama dokter gigi dalam tingkat regional asia. Hal ini karena di era globalisasi ini, berbagai regio lainnya seperti Amerika Serikat dan Kanada, serta Uni Eropa telah menetapkan standar kompetensi bagi dokter gigi di wilayahnya. Kompetensi utama dokter gigi yang telah dipersiapkan terdiri atas ranah: profesionalisme, pencegahan penyakit dan promosi kesehatan, perawatan pasien dan manajemen praktik kedokteran gigi, pengetahuan, serta ketrampilan di bidang penalaran, interpersonal dan komunikasi. Kemudian masing-masing ranah tersebut terbagi secara lebih rinci atas beberapa rumusan kompetensi. Peserta dibagi dalam beberapa kelompok dan membahas naskah tersebut dan menghasilkan banyak masukan-masukan yang dituangkan dalam deklarasi yang ditandatangani seluruh peserta. Berdasarkan masukan dari lokakarya tersebut kemudian akan dirumuskan lagi, dan selanjutnya akan dibahas untuk ditetapkan pada pertemuan SEAADE berikutnya di HoChiMinh City – Vietnam pada 8-9 september 2016.

Selanjutnya sebagai masukan, drg Iwan Dewanto MMR dari Universitas Muhammadyah Jogyakarta menyampaikan pengalaman Indonesia dalam membangun kompetensi dokter gigi melalui uji kompetensi. Disampaikannya, uji kompetensi dokter gigi mulai diselenggarakan secara nasional di Indonesia pada 2007. Pada awalnya diselenggarakan dalam bentuk ujian tertulis dengan soal pilihan ganda. Lalu mulai 2010 dilakukan pengembangan melalui berbagai kegiatan seperti seminar, lokakarya, pelatihan, maupun uji coba yang diselenggarakan dalam rangka proyek HPEQ (Health Professional Education Quality Project). Selanjutnya sejak 2011 uji kompetensi diselenggarakan dalam bentuk CBT (Computer Based Test) dan mulai 2012 disertai pula dengan OSCE (Objective Structure Clinical Examination). Kemudian pelaksanaan uji kompetensi dokter gigi diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan no 30 tahun 2014.

PENDIDIKAN INTERPROFESIONAL

Pendidikan interprofesional pada pendidikan dokter gigi merupakan topik pembahasan yang banyak didiskusikan. Prof CM Lo dari University of Hong Kong menyampaikan bahwa pelayanan kesehatan modern yang bersifat komprehensif memerlukan kolaborasi berbagai profesi kesehatan. Tenaga kesehatan gigi merupakan bagian dari pelayanan kesehatan tersebut, mengingat kesehatan gigi merupakan bagian integral dari seluruh kesehatan tubuh. Namun kerap kali dari kalangan profesi kesehatan lainnya yang bukan di bidang kesehatan gigi, ternyata mereka tidak memahami mengenai kesehatan gigi, penyakit gigi dan mulut, maupun pekerjaan kedokteran gigi. Dengan demikian menurutnya, peran institusi pendidikan kedokteran gigi bukan hanya mendidik tenaga kesehatan gigi saja, namun perlu pula turut menyelenggarakan pendidikan mengenai kesehatan gigi secara interprofesional bagi tenaga kesehatan lainnya yang bukan tenaga kesehatan gigi.  Sedangkan dalam pendidikan bagi dokter gigi perlu pula dilakukan pengembangan untuk dapat berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lainnya.

Dr drg Corputty Johan SpBM dari Universitas Indonesia membagikan pengalaman menyelenggarakan pendidikan interprofesional yang bersama-sama diikuti mahasiswa dari fakultas kedokteran, fakultas kedokteran gigi, fakultas keperawatan, fakultas farmasi, dan fakultas kesehatan masyarakat. Perkuliahan berlangsung pada tahun pertama dan kedua masa studi melalui kuliah bersama yang dilakukan secara terintegrasi. Perkuliahan terdiri atas 5 modul pendidikan interprofesional yaitu etika dan aspek medikolegal kesehatan, komunikasi kesehatan dan kolaborasi dalam tim kesehatan, metodologi penelitian, dan manajemen bencana. Berbagai metode pendidikan yang dilaksanakan mencakup kuliah pengenalan, kuliah kolaborasi, studi kasus, presentasi pleno, dan pembelajaran secara tim. Dengan menekankan pentingnya kolaborasi antara pelbagai tenaga kesehatan diharapkan setelah lulus dapat menjalankan profesinya secara lebih baik. Evaluasi setelah pelaksanaan selama 2 tahun menunjukkan pendidikan interprofesional memberikan nilai tambah dan mendorong untuk menjadi tenaga profesional yang lebih baik yakni yang dapat berkolaborasi bersama dengan tenaga kesehatan lainnya untuk memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik.

PENDIDIKAN UNTUK PEMERATAAN KESEHATAN GIGI

Tantangan, peluang, dan peran pendidikan kedokteran gigi dalam menghadapi kesenjangan dalam kesehatan gigi, merupakan paparan yang dikemukakan Lone Schou PhD dari University of Copenhagen, Denmark. Disampaikannya, dalam 25 tahun terakhir ini di banyak negara telah berlangsung perubahan besar dalam kesehatan gigi. Jumlah tenaga kesehatan gigi meningkat pesat, serta ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran gigi berkembang secara luar biasa. Namun akhir-akhir ini kita juga menyaksikan ketidakmerataan, bukan hanya di bidang kesehatan gigi, tapi juga di bidang kesehatan umum. Bahkan di negara-negara Skandinavia dimana pelayanan kesehatan sudah mencakup seluruh penduduk, namun ketidakmerataan di bidang kesehatan bukan hanya tetap ada, malah meningkat dalam 10-15 tahun terakhir ini. Menurutnya, perlu dilakukan perubahan radikal terhadap pendidikan kedokteran gigi yang sekarang dijalankan. Pendidikan kedokteran gigi perlu meningkatkan materi dan perhatian mengenai kesehatan masyarakat, politik, sosial, dan psikologi yang sangat berpengaruh terhadap ketidakmerataan di bidang kesehatan.

fkg-0

Filled Under: Uncategorized
17 August 2015

SEAADE banner

SEAADE JUARA DISPLAY

Pada pertemuan ilmiah tahunan SEAADE (South East Asia Association for Dental Education) pada 12- 13 agustus 2015 di Kuta-Bali berlangsung  kegiatan yang disebut sebagai  Student Prevention Table Clinician Program. Kegiatan tersebut merupakan ajang lomba bagi para mahasiswa untuk menampilkan proyek di bidang pencegahan penyakit gigi yang telah dilaksanakan di negaranya masing-masing.  Proyek yang dilombakan merupakan program yang dilakukan oleh mahasiswa sebagai pengembangan ilmu baik yang merupakan kegiatan kurikular, ko-kurikular, atau pun kegiatan nyata di tengah masyarakat. Aspek yang dilombakan terutama dalam hal kreativitas dan inovasi dari proyek pencegahan penyakit gigi yang kemudian ditampilkan dalam bentuk table clinic.

Kompetisi ternyata tidak hanya diikuti mahasiswa kedokteran gigi dari negara-negara Asia Tenggara saja, namun juga dari negara asia lainnya seperti Jepang, Korea, Taiwan, dan Cina.  Dari sekian banyak yang mengikuti, kemudian dewan juri menyeleksi 10 finalis untuk masuk lomba tahap berikutnya. Dari 10 finalis tersebut hanya satu dari Indonesia yakni dari mahasiswa FKG Moestopo.  Finalis lainnya berasal dari institusi pendidikan kedokteran gigi: University of Baguio – Filipina, Hiroshima University – Jepang, University of Hongkong – Cina, International Medical University Kuala Lumpur – Malaysia, Mahidol University – Thailand, Naresun University – Thailand, Universiti Teknologi Mara – Malaysia, Universiti Kebangsaan Malaysia, dan University Malaya – Malaysia.

Pada babak final dilakukan presentasi oleh peserta maupun penyajian dalam bentuk table clinic dan poster display. Juri yang menilai terdiri atas Prof Rahimah Abdul Kadir, Assoc Prof Zamros Yusadi, dan Dr Irene Adyatmaka. Setelah melalui kompetisi yang ketat, akhirnya tim mahasiswa FKG Moestopo berhasil meraih juara III.

Juara pertama diraih mahasiswa dari University of Baguio- Filipina yang membuat proyek video pendidikan kesehatan gigi bagi mereka yang mengalami gangguan pendengaran. Sebagai juara kedua adalah mahasiswa dari  Mahidol University – Thailand yang menampilkan materi pendidikan kesehatan gigi dan fasilitasi akses pelayanan kesehatan gigi bagi pasukan militer yang disesuaikan dengan konteks mereka.

SEAADE 2015 MEDALI

Tim mahasiswa FKG UPDM(B) terdiri dari Yosefa Bono Ayu Ratna Puspita SKG, Benedict Natanael Sunarya SKG, dan Inka Putri Dwitya SKG. Mereka menampilkan proyek yang bertajuk: Campaign For Smoke Free Kids Through Oral Health School Program. Kegiatan ini telah dilaksanakan pada salah satu sekolah dasar internasional di Jakarta Selatan dan berdasarkan evaluasinya menunjukkan hasilnya yang baik. Proyek ini diselenggarakan mengingat tingginya tingkat prevalensi anak-anak usia sekolah yang terpapar second hand smoke (SHS) sehingga menjadi perokok pasif yang selama ini berlangsung dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat,  maupun juga di rumah. Akibat dari SHS selain menimbulkan penyakit pada bagian tubuh seperti pada organ sistem pernapasan namun juga berpengaruh buruk terhadap jaringan gigi dan mulut. Kegiatan yang dilakukan meliputi pendidikan kesehatan untuk menghindari SHS yang diintegrasikan dalam pendidikan kesehatan gigi. Sebagai upaya lebih menanamkan materi pendidikan pada para sisiwa digunakan peralatan seperti kotak rokok dan rokok ukuran besar yang dari dalamnya kemudian muncul pesan-pesan untuk menghindari rokok karena berbahaya bagi kesehatan.

Dengan meraih prestasi sebagi juara III dalam forum internasional diharapkan dapat lebih memicu semangat untuk bekiprah dalam kesehatan gigi masyarakat dan berusaha mencapai hasil yang lebih baik lagi. Demikian harapan yang disampaikannya drg Yufitri Mayasari Mkes, dan drg Wulan Sebastian MPH yang selama ini membimbing proyek para mahasiswa tersebut.

SEAADE STAND

SEAADE 2015 PENGUNJUNG

fkg-0

Filled Under: Uncategorized
17 August 2015

satyalencana 2015

Presiden Republik Indonesia setiap perayaan kemerdekaan senantiasa memberikan tanda jasa dan kehormatan bagi mereka yang telah berjasa. Tahun 2015 ini, melalui Keputusan Presiden No. 96/TK/Tahun 2015 telah ditetapkan penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya sebagai penghargaan kepada PNS.

Di antara PNS yang tahun 2015 ini dianugerahi penghargaan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya, terdapat 5 orang dosen FKG UPDM(B).  Para dosen tersebut adalah drg Nina Wardani MS MARS SpKG, drg Ranty M Zen, dan drg Heryanti Tyawati MM SpPros memperoleh Satyalancana Karya Satya 30 tahun pengabdian, serta Dr drg Paulus Januar MS dan drg Herlianti Iswari MM yang memperoleh Satyalancana Karya Satya 20 tahun pengabdian sebagai PNS.

Pada Keputusan Presiden tersebut dikemukakan, penganugerahan tanda kehormatan sebagai penghargaan kepada PNS yang telah bekerja dengan penuh kesetiaan kepada Pancasila, UUD 1945, Negara dan pemerintah serta dengan penuh pengabdian, kejujuran, kecakapan, dan disiplin secara terus menerus. Penyampaian penghargaan berlangsung pada Upacara Bendera HUT RI ke 70 yang diselenggarakan Kopertis Wilayah III pada 17 agustus 2015. Penyampaian Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya dilakukan dalam bentuk penyematan lencana oleh Koordinator Kopertis Wilayah III disertai penyerahan Piagam Tanda Kehormatan yang ditandatangani oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. 

Filled Under: Uncategorized
4 August 2015

baksos angkatan 80(1)

Wadah alumni ternyata tidak sekedar kumpul-kumpul melepas kangen. Alumni FKG UPDM(B) yang beberapa waktu lalu sempat reuni dan mengangkat koordinator, kini membuat gebrakan dalam bentuk bakti sosial. Kegiatan dilakukan pada sabtu pagi 1 agustus 2015 di Yayasan Yatim Piatu At Thoyibah yang berlokasi di Lengkong Raya – Tanggerang Selatan. Seluruhnya terdapat 33 anak yang terdapat di sana terdiri atas siswa SD, SMP, dan SMA.

baksos angkatan 80 (3) IMG-20150804-WA0051

Menurut drg Annie Trisusilo yang ketua alumni angkatan 1980 FKG Moestopo, kegiatan bakti sosial ini diselenggarakan dalam kaitan dengan Hari Anak-Anak Nasional yang diperingati setiap tanggal 23 Juli.  

Bentuk kegiatan bakti sosial berupa membagikan paket perlengkapan sekolah terdiri dari tas, buku, alat tulis, tempat minum dan tempat makan. Sebagai tenaga kedokteran gigi, tentu saja dalam bakti sosial kali ini turut disampaikan sikat gigi, pasta gigi, obat kumur, serta leaflet mengenai kesehatan gigi dan mulut. Tidak hanya menyampaikan bingkisan, dilakukan pula penyuluhan kesehatan gigi dan cara menyikat gigi secara benar yang disampaikan oleh tim bakti sosial yang terdiri dari drg Evy Lukman, drg Munifah, drg Sonny, drg Siti naf’ah, dan drg Yenny Mulyawati.

baksos angkatan 80 (2) IMG-20150804-WA0046

Filled Under: Uncategorized
4 August 2015

RAKER SM 2015 (1)

RAKER adalah Rapat Kerja yang diadakan setiap tahun di awal periode kepeminpinan baru Senat Mahasiswa dan Badan Perwakilan Mahasiswa FKG UPDM)(B). Pada RAKER  disusun program keja Senat Mahasiswa dan BPM masa bakti 2015-2016. Kali ini RAKER  diselenggarakan pada hari sabtu dan minggu tanggal 1-2 agustus 2015 bertempat di Sawangan Golf Hotel & Resort – Jawa Barat. Sebelumnya untuk persiapan telah diselenggarakan PRA RAKER bertempat di kampus selama 2 hari pada 27 dan 28 Juli 2015. Turut hadir pada RAKER tersebut dari unsur pimpinan FKG UPDM(B) Dekan Dr Drg Paulus Januar, Wakil Dekan III bidang Kemahasiswaan  drg Diah Indriastuti Sp RKG (K), Kasubag Kemahasiswaan drg Retno Damayanti Mkes, dan dr Winarti MM selaku pendamping.

Berdasarkan agenda kegiatan yang diadakan dalam RAKER yaitu membahas dan mendiskusikan proker (program kerja) yang akan dijalankan untuk setahun ke depan telah menghasilkan rumusan program untuk menunjang kemajuan lembaga kemahasiswaan FKG UPDM(B). Proker yang akan dijalankan pada masa bakti 2015-2016 antara lain meliputi:

Proker Bidang 1 (Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat):

  • BBB ( Bukan Belajar Biasa ) yang merupakan kegiatan menunjang proses studi para mahasiswa
  • MJN ( Moestopo Jelajah Nusantara) sebagai perwujudan keperdulian sosial dengan menyelenggarakan bakti sosial pengabdian masyarakat pelayanan kesehatan gigi bagi masyarakat di daerah terpencil
  • Outbond 2015 untuk pembinaan mental para mahasiswa
  • Diklat VII dalam rangka kaderisasi kepemipinan
  • MDS – Pro (Moestopo Dentistry Scientific Program)
  • CORE (Club Of Research and Literature)
  • Menjadi pelaksana PRAMUNAS PSMKGI ( Pra Musyawarah Nasional Persatuan Senat Mahasiswa Kedokteran Gigi Indonesia )

~ Proker Bidang 2 (Olahraga, Minat dan Bakat):

  • Pelaksanaan kegiatan WKM (Wadah Kegiatan Mahasiswa)MOESCULAR (MOEStopo Cup AnnuaL and Art): festival dan lomba olahraga serta kesenian yang diikuti oleh institusi pendidikan kedokteran, kedokteran gigi dan kesehatan se Jabodetabek
    • Detrance (tari saman dan tari betawi )
    • Traidens (modern dance)
    • Futsal ( Futsal Putra dan Futsal Putri )
    • Basket ( Basket Putra dan Basket Putri )
    • Moestopo Badminton Club
    • Choir Club
    • DAC ( Dents Art Colaboration )

Proker Bidang 3 (Kerohanian dan Kesejahteraan Mahasiswa):

  • WKM ROHIS (Wadah Kegiatan Mahasiswa Rohani Islam)
    •  Gema Ramadhan
    • Idul Adha
    • Dauroh
    • Talk show Internal
    • Talk show Keputrian Eksternal
  • WKM ROHKAT (Wadah Kegiatan Mahasiswa Rohani Katolik)
    • Misa Jumat Pertama
    • Misa Paskah
    • Misa Natal
    • Rekoleksi
    • Ziarek (Ziarah Rekreasi)
  • WKM PMK (Wadah Kegiatan Mahasiswa Persekutuan Mahasiswa Kristen)
    • Perayaan Natal FKG
    • PerayaanPaskah FKG
    • Retret
  •    KesejahterahanMahasiswa
    • PURSE (Peduli Rasa Sesama)
    • Pengadaan Loker bagi mahasiswa yang membutuhkan
    • K – FILE ( Koperasi Fakultas, mahasiswa, dan lembga )

ProkerBidang 4 (Informasi dan Komunikasi):

  • Mading (Majalah Dinding) Kampus
  • Website Senat
  • Komunikasi
  • PALMOES (Pertemuan Antar Lembaga Moestopo)
  • Publikasi dan Dokumentasi
  • Dent’s Talk (Talkshow Internal)

Pada RAKER terdapat pula acara Sharing Pimpinan bersama Dekan dan Wakil Dekan III FKG UPDM(B). Pada kesempatan tersebut dibahas tentang situasi kampus seperti akan diselenggarakannya Forcass (Forum Co-Ass) bagi mahasiswa progam profesi, upaya agar mahasiswa dapat lulus tepat waktu dengan IPK yang baik, pengembangan RSGM terutama penambahan dental unit, penataan kepaniteaan klinik, PMB (PenerimaanMahasiswaBaru), serta usulan menyelenggarakan Student day yakni kegiatan kebersamaan seluruh mahasiswa, dosen dan juga tenaga kependidikan.

Selain itu juga terdapat acara Sharing Alumni bersama drg. Dwi Haryanto dan drg.Leni dari ikatan alumni FKG UPDM(B). Pada kesempatan tersebut dibahas tentang perlunya meneapkan prioritas kegiatan, Kaderisasi dan Diklat kepemimpinan mahasiswa, pentingnya komunikasi, serta manfaat organisasi bagi pengembangan karir sebagai dokter gigi.

Kegiatan RAKER 2015 ditutup dengan penyerahan hasil RAKER 2015 kepada pimpinan FKG UPDM(B). Pada kesempatan ini Dekan FKG UPDM (B) menyampaikan harapannya agar program yang telah dirumuskan ini dapat dilaksanakan dengan baik serta dukungannya bagi keberhasilan kegiatan kemahasiswaan.

raker SM 2015 (2)

(fkg-ml)

Filled Under: Uncategorized
17 June 2015

sm bpm 2015 IMG_6147

Rayhan Muhammad dan Ismaeil Bahanan merupakan ketua Senat Mahasiswa dan Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM)  FKG UPDM(B) periode 2014-2015 yang telah menjalankan tugasnya selama satu tahun penuh dengan baik. Tahun ini merupakan tahun terakhir angkatan 2011 dalam mengemban tugas keorganisasian  lembaga kemahasiswaan , dan sudah saatnya wajah-wajah baru yang penuh dengan ide-ide baru mewarnai serta melanjutkan.

Setelah sekitar 1 bulan KPLK (Komisi Pembentukan Lembaga Kemahasiswaan) menyelenggarakan rangkaian acara mulai dari 11-13 mei 2015 open recruitment senat/BPM, 18 mei 2015 fit and proper test, 25 mei 2015 musyawarah BPM, 28 mei 2015 orasi calon ketua senat mahasiswa, 4 juni 2015 debat terbuka calon ketua senat mahasiswa, 8 juni 2015 pemilu raya. Rangkaian kegiatan tersebut pada intinya untuk memilih orang-orang yang akan  melanjutkan kepengurusan Senat Mahasiswa dan BPM. Ini semua merupakan  pesta demokrasi lembaga kemahasiswaan FKG UPDM(B). Akhirnya pada 12 juni 2015 merupakan puncak acara dari semua rangkaian acara KPLK ini yaitu serah terima jabatan atau Sertijab Senat dan BPM periode 2014/2015 kepada Senat dan BPM baru periode 2015/2016.

Sertijab yang diadakan di lantai 6 gedung baru dihadiri Dekan FKG Moestopo Dr. Drg. Paulus Januar, MS. Dan Drg. Retno Damayanti, M.Kes selaku Kasubag Kemahasiswaan. Pada sertijab ini dilakukan pelantikan ketua Senat Mahasiswa dan BPM terpilih periode 2015-2016 yaitu Andreas Simamora dan Aryo Faruq.

“Saya sangat bangga dengan rekan-rekan saya pada kepengurusan Senat Mahasiswa periode 2014-2015, semua usaha, pengorbabanan, dedikasi waktu dan pikiran kalian membuat saya terharu. Kalian sangat membantu saya dalam menjalankan organisasi ini. Jenuh dan bosan mungkin bisa terjadi dalam suatu organisasi, namun kekompakan dan keceriaan bisa mengalahkan rasa itu. BPM dan senat selanjutnya harus solid dan bekerjasama, pastinya harus membedakan mana aspirasi dan mana intervensi. Semoga kedepannya lebih baik dan tetap solid.” Ujar ketua senat periode 2014-2015 Rayhan Muhammad dalam sambutan terakhirnya.

 “Hari ini merupakan suatu proses yang akan menentukan FKG Moestopo kedepannya, dan merupakan hasil penyaringan dari KPLK atau Komisi Pembentukan Lembaga Kemahasiswaan sehingga didapat putra-putri terbaik. Menjadi seorang aktivis bukan merupakan hal yang sia-sia, namun mendapatkan nilai lebih dan manfaat khususnya dalam masyarakat. Terima kasih kepada senat periode 2014/2015 dan mudah-mudahan prestasi yang terdahulu bisa dilanjutkan kedepannya.” Ujar Dekan FKG Moestopo Dr. Drg. Paulus Januar, MS. dalam sambutannya.

SENAT MAHASISWA FKG UPDM(B) 2015-2016:

NO NAMA JABATAN
1 Andreas Simamora Ketua Umum
2 Birgitta Ajeng Sekertaris Umum
3 Sarah Septiani Sekertaris Harian
4 Stefani N. Nelwan Bendahara Umum
5 Monica Greeshelda Koor. bidang I
6 Mustaqim Marsel Anggota bidang I
7 Syifa Khairunnisa Anggota bidang I
8 Audrina Alfarah Anggota bidang I
9 Nita Puspaningrum Anggota bidang I
10 Christian Stefanus Anggota bidang I
11 Christian George Koor. bidang II
12 Avinda Ega Anggota bidang II
13 Lidwina Ruthy Anggota bidang II
14 Felicia Handali Anggota bidang II
15 Nahdia Ramadhani Anggota bidang II
16 M. Eddwar Anggota bidang II
17 Wanda Berlia Koor. bidang III
18 Bayu Indra Lesmana Anggota bidang III
19 Ryan Adrian Anggota bidang III
20 Caludia Putrie Anggota bidang III
21 Lulu S Anggota bidang III
22 Martha Leica Koor. bidang IV
23 Clara Clarrisa Anggota bidang IV
24 Dimas Satria Anggota bidang IV
25 Latifa Zahra Anggota bidang IV
26 Kamilia Nanda Anggota bidang IV

 

  BADAN PERWAKILAN MAHASISWA FKG UPDM(B) 2015-2016:

NO NAMA JABATAN
1 Aryo Faruq Ketua Umum
2 Mahindra Mahayoda Sekertaris Umum
3 Marsha Frieda Sekertaris Harian
4 Diva Choirunisa Bendahara Umum
5 Abdi Rochman Koor.  komisi I
6 Hana Cynthia Anggota komisi I
7 M.Ridho Helmi Koor. komisi II
8 Mohamad Reza Anggota komisi II
9 Bella Rizkiandita Koor. komisi III
10 Bryan E J Anggota komisi III
11 Harwidadtih Koor. komisi IV
12 Miftahul Jannah Anggota komisi IV
13 Ali Zainal Anggota komisi IV

fkg-yn

Filled Under: Uncategorized
2 June 2015

WORLD NO TOBACCO DAY FKG UPDM 2015

Merokok tidak hanya merugikan kesehatan umum, namun juga berakibat buruk terhadap kesehatan gigi dan mulut. Profesi kedokteran gigi dapat berperanan besar mengatasi permasalahan konsumsi tembakau. Pesan tersebut mencuat pada kegiatan FKG UPDM(B) dalam rangka Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2015 bertempat di kampus Bintaro pada 28 mei 2015 dengan tema:  “SMOKING KILLS”.

World No Tobacco Day yang diperingati di seluruh dunia setiap 31mei diinisiasi oleh WHO (World Health Organization) sejak 1987. Tahun ini kegiatan yang dijalankan FKG UPDM(B) selama sehari penuh meliputi ceramah ilmiah, penandatanganan petisi bersama, pameran perangkat penyuluhan melawan konsumsi tembakau, pertunjukkan dance group, dan penjualan merchandise T shirt dan kipas bahaya merokok.   Acara dimeriahkan pula dengan lomba selfie dengan latar belakang poster World No Tobacco Day.

Prof Dr Johannes Basuki, Wakil Rektor II yang mewakili Rektor UPDM(B) dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan menyambut baik inisiatif FKG UPDM(B) yang menyelenggarakan kegiatan ini. Dikemukakannya bahwa terhadap bahaya rokok yang melanda anak remaja hingga orang tua diperlukan upaya bukan hanya mengatasinya namun juga bagaimana mencegahnya. Diharapkannya agar pesan yang disampaikan tidak hanya di sini saja, tapi dapat disuarakan pada forum yang lebih luas lagi.

NO TOBACCO DAY FKG UPDM(B) 2015

PERANG MELAWAN ROKOK

“Kita harus menyatakan perang terhadap rokok”, dengan penuh semangat dikemukakan drg Mutiara Rina MPH selaku ketua panitia pada acara pembukaan.  Disampaikan oleh panitia pelaksana, WHO menyatakan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat perokok tertinggi di dunia. Di Indonesia perokok aktif meningkat dari tahun ke tahun. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Kementerian Kesehatan pada 2013 menyatakan jumlah perokok aktif usia 10 tahun ke atas berjumlah 57.750.592 orang terdiri atas 56.860.457 perokok laki-laki  dan 1.890.135 perokok perempuan. Selain perokok aktif, terdapat lebih dari seratus juta orang yang mengalami dampak sebagai perokok pasif.

Selama ini dijalankan strategi produser rokok untuk memikat generasi muda, dipaparkan oleh drg Wulan Apridita Sebastian MPH selaku pembicara pada ceramah ilmiah. Dipaparkannya, selama ini produser rokok menjadi sponsor kegiatan dengan slogannya yang menggunakan bahasa anak muda. Tidak hanya sampai di situ saja, mereka juga memberikan sampel produk rokok sehingga mendorong generasi muda untuk mulai mencoba.

Mahasiswa kedokteran gigi juga tidak luput dari kebiasaan merokok. Drg Wulan Apridita Sebastian MPH mengutip dari literatur menyampaikan data di tahun 2011, dikalangan mahasiswa kedokteran gigi sebanyak 39,8% mahasiswa laki-laki dan 4,2% mahasiswa perempuan merupakan perokok. Sebagian besar kebiasaan merokok dimulai sejak semester 3.

AKIBAT SERIUS TERHADAP GIGI DAN MULUT

Selama ini akibat merokok terhadap kesehatan gigi dan mulut kurang mendapatkan perhatian. Drg Sarah Mersil SpPM dalam ceramahnya mengemukakan bahwa rokok mengandung lebih dari 7000 jenis bahan beracun. Nikotin akan menimbulkan adiksi dan tar merupakan bahan karsinogenik yang dapat menyebabkan kanker terutama kanker paru dan kanker tenggorokan, termasuk juga kanker rongga mulut. Perokok memiliki risiko terkena kanker rongga mulut 5 – 10 kali lebih besar dibandingkan dengan bukan perokok.  Hal yang mengejutkan, ternyata perokok pasif mengandung bahan beracun serta bahan karsinogen yang lebih banyak dibanding perokok aktif.

oral cancer

Nikotin akan menurunkan produktivitas bahan imunitas SIgA serta terjadinya peningkatan bakteri Laktobasilus dan Streptokokus Mutan. Dengan peningkatan bakteri tersebut akan meningkatkan risiko terjadinya karies gigi.

Pada perokok akan 3 hingga 4 kali lebih tinggi risikonya terkena periodontitis yaitu radang pada jaringan penyangga gigi. Bila keradangan ini bila berlangsung dalam waktu panjang dapat menyebabkan tanggalnya gigi.

Selain itu merokok dapat menyebabkan gigi berwarna hitam dan mengalami melanosis, leukoplakia, stomatitis nikotina, dan hairy tongue.

 PERAN DOKTER GIGI

Dokter gigi dapat berperan dalam upaya mengatasi bahaya merokok pada pasien, ujar drg Wulan Apridita Sebastian MPH. Dalam rangka mengatasi bahaya rokok terhadap kesehatan umum maupun kesehatan gigi, dokter gigi dapat melakukan yang disebut sebagai 5A Clinical Intervention yakni:

ASK: menanyakan apakah mempunyai kebiasaan merokok

ADVICE: memberi saran untuk berhenti merokok

ASSESS: menilai kemampuan pasien untuk berhenti merokok

ASSIST: membantu pasien menghentikan kebiasaan merokok

ARRANGE:  menyusun kegiatan tindak lanjut menghentikan kebiasaan merokok

 WORLD NO TOBACCO CAY 2015 DANCE

Fkg-0

Filled Under: Uncategorized
2 June 2015

dentist at mall 24 mei 2015

Mahasiswa FKG Moestopo turut meramaikan kegiatan Dentist At Mall pada 24 mei 2015 di Mall Of Indonesia – Jakarta. Dentist At Mall merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang diselenggarakan Pengurus Besar PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia) dalam rangka merayakan HUT ke 65 PDGI. Kegiatan tersebut disi dengan acara talk show kesehatan gigi, konsultasi kesehatan gigi gratis, lomba kesehatan gigi, serta hiburan menampilkan pengisi acara dari PDGI dan FKG maupun artis-artis tenar sebagai bintang tamu.

Pada kesempatan tersebut mahasiswa FKG Moestopo turut serta dalam perlombaan penyuluhan kesehatan gigi. Para mahasiswa FKG Moestopo menampilkan penyuluhan dalam bentuk tarian, lagu, dan narasi mengisahkan anak yang malas menyikat gigi dan gemar makanan manis sehingga giginya sakit, kemudian dirawat oleh dokter gigi sehingga sehat kembali dan sadar untuk menjaga kesehatan giginya. Penampilan mahasiswa FKG UPDM(B) mendapat sambutan hangat dan oleh dewan juri dinobatkan sebagai juara II. Menurut drg Yufitri Mayasari yang selama ini membimbing para mahasiswa tersebut dalam mempersiapkan diri, hasil tersebut sudah cukup baik mengingat persiapannya yang singkat di tengah kesibukan menjelang perpindahan putaran klinik.    

fkg-0

Filled Under: Uncategorized
18 April 2015

sby moestopo DSCN4746a

Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) tinggal 8 bulan lagi, banyak yang skeptis dan pesimis. Banyak yang menyangsikan 31 desember 2015 ASEAN benar-benar siap untuk menjadi MEA. Siap tidak siap, suka tidak suka, kita akan memasukinya. Demikian diungkapkan Susilo Bambang Yudhoyono, mantan Presiden R.I., pada orasi ilmiah yang disampaikan dalam Dies Natalis ke 54 dan wisuda Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama) pada 16 april 2015 di JCC – Balai Sidang, Jakarta.

MENYONGSONG MEA 2015

Menghadapi MEA yang kerap dianggap sebagai pasar bebas ASEAN, menurut SBY pada 31 desember 2015 bukan berarti semuanya sudah siap. Itu adalah tonggak sejarah mulai bersatu dan terintegrasinya ASEAN dan MEA. Untuk mencapai tujuan dan sasaran MEA tetap diperlukan waktu lebih lama lagi.  

Disampaikannya, MEA diperlukan karena dalam ekonomi internasional terdapat saling ketergantungan, keterhubungan dan melengkapi, serta pentingnya kerjasama ekonomi baik secara bilateral, regional maupun global. Karena perekonomian dunia saling terhubung, saling tergantung, dan saling melengkapi, ASEAN ingin melakukan kerjasama ekonomi diantara Negara-negara ASEAN dan juga interaksi ASEAN dengan Negara-negara lain. Tujuan kerjasama itu agar membawa manfaat dan keuntungan nyata bagi semua Negara ASEAN. kerangka dasar MEA adalah liberalisasi investasi dan perdagangan. Tantangannya, sebagaimana Negara-negara ASEAN lainnya, Indonesia harus benar-benar siap. Siap untuk berkompetisi, sekaligus bekerjasama. Bagi Indonesia, diharapkan kita kelak sukses dan menang dan bukan yang kalah dalam kerjasama MEA.

Menurut SBY, agar Indonesia berada pada posisi unggul pada MEA, memerlukan konstribusi dari perguruan tinggi serta lembaga pendidikan, kajian, dan penelitian. Peran perguruan tinggi dalam penyiapan sumber daya manusia sesuai dengan pengembangan ekonomi yang banyak sekali kualifikasi dan kebutuhannya. Selanjutnya perlu dilakukan sinergi agar apa yang dihasilkan lembaga pendidikan benar-benar sesuai dengan yang diperlukan pasar tenaga kerja. Perguruan tinggi agar menjadi pusat dan sekaligus penggerak inovasi dan aplikasi teknologi, serta sekaligus entrepreneurship dan technopreneurship. Ditandaskannya, sektor pendidikan khususnya perguruan tinggi harus meningkatkan persiapan dan daya saingnya karena akan ada kompetisi dengan Negara-negara ASEAN lainnya.

PENGHARGAAN BAGI SBY

Pada kesempatan dies natalis UPDM(B) kepada SBY diberikan Bintang Kehormatan serta pengangkatan sebagai Warga Kehormatan UPDM(B). Penghargaan tersebut disampaikan sehubungan dengan SBY sebagai tokoh dan pemimpin bangsa telah menunjukkan kepemimpinan, jasa, dan kenegarawan, baik dalam tingkat nasional maupun intennasional. Dengan kearifan serta wawasannya yang luas mampu memberikan jalan keluar menghadapi permasalahan bangsa maupun permasalahan internasional. Kesemuanya menjadikan SBY sebagai suri tauladan, serta patut dinobatkan sebagai Guru Bangsa. 

 PENGEMBANGAN UPDM(B)

Pada Dies Natalis, rektor UPDM(B) Prof Dr H Sunarto MSi menyampaikan perkembangan yang terjadi. Sebagai institusi UPDM(B) telah mendapat predikat sebagai universitas unggul dan sehat. Direncanakan UPDM(B) akan membuka fakultas teknik serta di fakultas ekonomi akan dibuka prodi ekonomi syariah. Dalam pengembangan tenaga dosen telah diberikan beasiswa kepada para dosen untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi pada program dokter gigi spesialis, magister, dan doktor.

Dari segi sarana prasarana UPDM(B) telah membangun dua unit bangunan yakni gedung baru dengan 6 lantai di Bintaro Permai untuk kuliah dan praktikum FKG, sedangkan gedung lama berupa bangunan 5 lantai diubah fungsinya menjadi Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) sebagai rumah sakit pendidikan bagi pendidikan dokter gigi. Di samping itu telah dibangun pula gedung 4 lantai berlokasi di Swadarma untuk laboratorium terpadu ilmu-ilmu sosial, ekonomi, komunikasi dan teknik informatika.

UPDM(B) juga telah memperbaharui statuta dan menetapkan rencana strategis 2015-2019. Berdasarkan statuta yang baru, visi UPDM(B) adalah: “Mewujudkan komunitas pendidikan tinggi yang unggul, professional, dan berintegritas dalam membangun masyarakat Indonesia yang maju, demokratis, dan sejahtera berdasarkan Pancasila.”

KERJASAMA

Dies Natalis 54 ini juga diwarnai penanda tanganan MOU dengan Duta Besar Federasi Rusia Mikhail Galuzin, serta pameran profil dan kebudayaan Negara-negara sahabat yang telah bekerjasama mendukung kegiatan Tridarma Perguruan Tinggi UPDM (B). Selain itu, berturut-turut dilakukan pula penanda tanganan MOU berupa perjanjian kerjasama FISIP  UPDM)(B) dengan Menkopolhukam, kerjasama Fakultas Ilmu Komunikasi UPDM(B) dengan Himpunan Ahli Teknik Penyiaran Indonesia (HATPI), serta Penyerahan Sertifikat Institusi Uji Kompetensi Wartawan oleh Prof. Dr. Bagir Manan, M.L. Ketua Dewan Pers. Kepada Fakultas Ilmu Komunikasi UPDM (B).

 WISUDA

Pada peringatan dies natalis ke 54 dilaksanakan wisuda sarjana dan magister lulusan UPDM(B). Lulusan UPDM(B) yang diwisuda sebanyak 940 orang, terdiri dari Fakultas Kedokteran Gigi 178 orang, Fakultas Ilmu Komunikasi 448 orang, Fakultas Ekonomi 93 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik 138 orang, dan Program Pascasarjana 83 orang.

Ketua Pembina Yayasan UPDM, drg H Hermanto J,M, MM, dalam sambutannya menyampaikan bahwa belajar bertahun-tahun di kampus menrupakan perjuangan berat tersendiri dengan suka dukanya. Tapi sebentar lagi para wisudawan akan merasakan bahwa perjuangan itu tidak seberat perjuangan di medan yang lebih luas, yang penuh tantangan dan penuh ketidak pastian. Salah satu tantangan besar yang akan dihdapi oleh para wisudawan adalah tantangan persaingan bebas menghadapi MEA 2015. Pada era MEA dituntut untuk memiliki keunggulan, bukan hanya dalam bidang ilmu pengetahuan, tapi juga dalam disiplin, kejujuran, karakter, komitmen, serta integritas.  

sby wisuda moestopo

SARJANA KEDOKTERAN GIGI (SKG) LULUSAN FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UPDM(B) YANG DIWISUDA:

RIZKI APRIYANA, SKG
FRIDA VIKARANI NATALY, SKG
ANJENY CHARLES, SKG
DWI SYULFA CHAERIA, SKG
SYAIFIRA RIZKARINI LAVIANI, SKG
JULIA JUANITA FAZRIA TANJUNG
LITA ATMASARI, SKG
RAISSA PARAMITA INDAH PUTRI, SKG
RIFANA TITHANI, SKG
AJENG SARITA PUTRI, SKG
ANNISA NUR AROFAH, SKG
DARARI ERSA HERBRATANIA, SKG
DIANA KHOIROWATI, SKG
DYNIA ALIES WIDHESTI, SKG
FRISKA ANNISAH, SKG
INDAH DESVINA, SKG
LUTY THALULIA, SKG
RATNA DHIYANDRI, SKG
SHINTA DEWI RITATI, SKG
SRI ROSALINA CHEZARY, SKG
VIRA RATNA JUMITA, SKG
WIDYANI TRISTA PUTRI, SKG
TIARA YULIAN UTARI, SKG
NIDYALINI ARTRIA, SKG
PRIYANKA PUTRI SIBALI, SKG
SARI RIZKY RACHMANITYA KHADIFA, SKG
AGNES MERARI, SKG
BRIGIETTA NIA YOLANDA, SKG
CHRISTINA DESTY ELFIRA SANTI, SKG
FRISKI RAISIS
FIRDA BILMA ASSYFA FAUZIAH, SKG
IFFAH AMALIYAH, SKG
INTAN DEWI PUTRANTI, SKG
KANIA KALYANAMITA SATWIKARARAS, SKG
MARIA DEVITA PRISCILLA, SKG
MEUTIA ADENIA, SKG
Rr. AUDI SRI ENDAH PAHAYUNINGSIH, SKG
RUTHY YULIANTI, SKG
TANYA DIZA MEDIASARI, SKG
TRIA FIDIANA, SKG
TUTI TRI ISMI IRIANI, SKG
VIDYA NIRMALA AJENG HASANAH, SKG
VINCENSIA AMANDA GONDOKUSUMO, SKG
VINNIE OLIVIA DWITAMA, SKG
VITA AMALIA, SKG
YULIANA RATNA SARI, SKG
AKYNTA MEYCAR, SKG
TRISSA RACHMI, SKG
PARAMITA PUTRI PRIYANTI, SKG
MUGI RAHAYU, SKG
MUSTIKA, SKG
RIYANTI UTARI, SKG
WINDY FITRI MIDIANTI, SKG
ARNETA NORI MANURUNG, SKG
MARGARETHA OLIVIA, SKG
SITI FARANIA SETIA PUTRI, SKG
ELLA MINANTI PUTRI, SKG
ADISTY RAHMANIA, SKG
AGITHA MAULINA PERMATASARI, SKG
ALVITA HUSIN, SKG
AMALIA YUSTIASARI, SKG
ANDHIKA MUTY ASFIA, SKG
ANINDITA RAHMAYANTI, SKG
ANINDYA PRAMESWARI, SKG
ANISSA WIDI PRISCELLA, SKG
ANNISA NURUL DEWANTARI, SKG
ARINI CYNDWIANA PRASTIWI, SKG
ASTRY MARVEILLA SEPTIANI, SKG
ASSYIFA HASYIMI, SKG
AULIA RAHMI GASANI, SKG
AYU KUSFERLIANI, SKG
BEATRIC JANE FERIYADI, SKG
CARISSA IRENA PUSPA DEWI, SKG
CHOIRUNNISYA AINA ATITSIMAR, SKG
CINDYTIA GIOVANI, SKG
CLARESTA RAHMA NUR ZAIN, SKG
CLAUDIA ARFIANA DJAFAAR, SKG
DENTANIA MAHARANI PATRIA SETIADI, SKG
DEVI ARISANTI, SKG
DEWI ARIFAHNI, SKG
DHABITANNISA AUNI, SKG
DIAH AYU AIYSYAH, SKG
DIANI DWI HERNANDA, SKG
FARADINA INDRANI, SKG
FIFI MARVIRA ARIESANTI, SKG
FILDZA ILMI KHUMAIRA, SKG
FIRDA IRFANY FAHRIANAH, SKG
FITRAH HARDYANTI ISMAIL, SKG
FITIRI NOOR ROHMA SUGIYATY, SKG
GIOVANNI TRIXIE NIRAHUA, SKG
GRESIA SIRAIT, SKG
GUSTIN NURISMA KARYA, SKG
ILONA AMALIA DEVI, SKG
IRINE VIRGINIA, SKG
MAHARANI RAHMAH, SKG
NADYA DARA WILADATIKA, SKG
NELKA CHRISTI, SKG
NING AYU HASANAH, SKG
OKTAVIANI AZWINDA, SKG
RACHMATIKA HAPSARI, SKG
RADINDA MYRNA ANDIANI, SKG
RIESTA EKA PUTRI, SKG
RIZFIRA ANANDA, SKG
SANTI YOLANDARI, SKG
SHARLITA ADARLIA, SKG
SHENY SARAH BAFAGIH, SKG
SILVI ARISTA, SKG
SYAEMA, SKG
TARA AMANDA PUTRI, SKG
TIHAWA ALMA DILLANY, SKG
TRISHA MARSELIA, SKG
VEGI APPRILLIANI, SKG
VELLASIA ANGGRAINI KUSUMA, SKG
VENY AYU GUSTINA, SKG
WAHYU LIANA, SKG
YUNITA AMBARWATI, SKG
YUSRINA ASMARANI, SKG
COLINDA CLARA SHINTA DEVIANTI, SKG
GHEA ANGGITA PUTRI, SKG
NEYSA ALMIRA, SKG
RIZKI APRIYANI, SKG
LARAS RORO NINGTIAS, SKG
SAVERIA ADELLA PUTRI, SKG
VANNY WAHYUNINGSIH, SKG
RAHMAWATI SUNARYA, SKG
NADIA MAULIDINA HUMAIRA, SKG
ANINDITA PUSPITASARI, SKG
SANG AYU HENINDA LESTARI, SKG
ANNISA PRAMAISWARI NUR AGUSTINA, SKG
DITA ANGGRAINI BRILLIANTARI, SKG
ULFAH AINI PRANANDARI, SKG
HARUMI RUT TIUR, SKG
NADYA ANDARANI, SKG
ANNISSA DHANIA MULIASARI, SKG
DEWI PUTRI ASTRIYANTI, SKG
SALIDA LAILA FALAH, SKG
NADHIRA ARIFANI, SKG
JUNDIANA HANIFATI, SKG
YI CHEONG MI, SKG
RATU NOVY FATIA SARI, SKG
ILMA FAIZAH, SKG
ANNA NOVITA, SKG
DESSICA NOVIASARI, SKG
RIMA DIAN RIZKY, SKG
RETNO AYU FITRIANI, SKG
SHAFIRA AULIA, SKG
ANNISA MONA TIARA, SKG
AVINA MARDHA PUTRI, SKG
PERMATA KHARISA AUGUSTIN, SKG
QURROTA A’YUNI, SKG
NANDA INDAH LESTARI, SKG
PRASTI PRABANDARI, SKG
TIARA AYU RAMADHINA SAM, SKG
JULIANA CATERIN PELENKAHU, SKG
JUNIA NATALINE, SKG
MITA AGUSTIN SYUKUR, SKG
TRIAS AMBAR MELATI, SKG
KIM SEONG SEON, SKG
KUSUMA MAULANA RIFCHY SUTRISNO, SKG
DEAN FAISAL SURYA RACHMAN, SKG
DIWANGKARA PARADYA, SKG
HAZKIA JUSUF TARAWAN, SKG
HARRY FERNANDES, SKG
JOHN HENDRIK SAFAD MARASIM H.,
MUHAMAD IRVAN ZULFIKAR, SKG
NOVAR FADLUR YUANDRA, SKG
WIJDAN RIZKIAWAN, SKG
DENTADIO GONANDA, SKG
ARIEF MAULANA, SKG
IRVAN WIRA ADHITYA, SKG
AGUNG MAULANA, SKG
DENNY HERIAWAN, SKG
GERRY PERMANA UTAMA PUTRA
MUHAMMAD SHAHRIE RABBANI, SKG
NICOLAS BRIAN SIMANJUNTAK, SKG
RAYHAN MUHAMMAD, SKG
ANDREY SASTRAWIJAYA, SKG
GANESHA, SKG

BERITA TERKAIT:
Wisudawan Universitas Moestopo Dapat Ucapan Selamat dari SBY:http://news.okezone.com/read/2015/04/16/65/1135066/wisudawan-universitas-moestopo-dapat-ucapan-selamat-dari-sby

Hadiri Dies Natalis ke-54 Universitas Moestopo, SBY Dianugerahi 3 Gelar: http://news.detik.com/read/2015/04/16/110111/2889018/10/hadiri-dies-natalis-ke-54-universitas-moestopo-sby-dianugerahi-3-gelar

SBY Terima Gelar Kehormatan Guru Bangsa: http://www.jawapos.com/baca/artikel/15855/sby-terima-gelar-kehormatan-guru-bangsa

Universitas Moestopo anugerahi SBY gelar guru bangsa: http://www.merdeka.com/peristiwa/universitas-moestopo-anugerahi-sby-gelar-guru-bangsa.html

 SBY Dinobatkan sebagai Guru Bangsa: http://news.okezone.com/read/2015/04/16/65/1135075/sby-dinobatkan-sebagai-guru-bangsa

SBY Diangkat Jadi Guru Bangsa Saat Jokowi Jadi Tamu Kehormatan TNI: http://pojoksatu.id/pojok-news/2015/04/16/sby-diangkat-jadi-guru-besar-saat-jokowi-jadi-tamu-kehormatan-tni/

SBY Raih Gelar Guru Bangsa Dari UPDM(B): http://poskotanews.com/2015/04/16/sby-raih-gelar-guru-bangsa-dari-umb/

Prof Dr H Susilo Bambang Yudhoyono Warga Kehormatan UPDM(B): http://www.bedanews.com/prof-dr-h-susilo-bambang-yudhoyono-warga-kehormatan-updm-b

SBY dapat Gelar Guru Bangsa dari Universitas Moestopo: http://pacitanku.com/2015/04/17/sby-raih-penghargaan-guru-bangsa-dari-universitas-moestopo/

Dinobatkan Sebagai Guru Bangsa, Ini Kata SBY: http://kanalwan.com/dinobatkan-sebagai-guru-bangsa-ini-kata-sby/

SBY Pada Dies UPDM(B): Jangan Sampai Rakyat Tertekan Hanya untuk Pengeluaran Infrastruktur: http://www.demokrat.or.id/2015/04/sby-jangan-sampai-rakyat-tertekan-hanya-untuk-pengeluaran-infrastruktur/

Filled Under: Uncategorized
15 April 2015

diklat apr 2015 20150411_220639

Sawangan Jawa Barat menjadi saksi terselenggaranya pendidikan dan pelatihan (Diklat) bagi para kader penerus pengurus Senat Mahasiswa dan BPM FKG UPDM(B). Diklat merupakan kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan Senat Mahasiswa FKG UPDM(B) dan sekarang ini merupakan yang ke 6 kalinya.

Kegiatan kaderisasi kepemimpinan ini diselenggarakan selama 3 hari yaitu dari tanggal 10-12 April 2015 bertempat di P4TK atau Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Bisnis dan Pariwisata. Diklat yang mengusung tema “Penerapan Softskills Mahasiswa dalam Berorganisasi” ini dihadiri dekan FKG UPDM(B) Dr. Drg. Paulus Januar, MS., Wadek III bidang Kemahasiswaan Drg. Diah Indriastuti, Sp.RKG(K), Drg. Retno Damayanti, M.Kes, dan dr. Winarti, MM.

Pada acara kali ini peserta yang berpartisipasi adalah sebanyak 60 orang dengan 30 orang berasal dari angkatan 2014, dan 30 orang lagi berasal dari angkatan 2013 yang sangat antusias untuk mengikuti diklat ini. Acara seperti ini sangat diperlukan dalam sebuah kampus apalagi dalam sebuah organisasi mahasiswa, karena dengan acara ini kader-kader baru para pengurus organisasi mahasiswa dapat muncul dan mereka terlatih untuk cara berorganisasi. Panitia diketuai oleh Sarah Septiani dari angkatan 2012 yang merupakan juga koordinator bidang I senat mahasiswa.  Diklat yang setiap tahunnya diadakan oleh senat bidang I semua panitianya merupakan para pengurus Senat Mahasiswa dan BPM FKG UPDM(B).

“Kali ini kita mengambil tema penerapan softskills mahasiswa dalam berorganiasi karena softskills itu sangat diperlukan dalam berorganisasi dan juga dapat diterapkan dalam keseharian kita. Contohnya adalah seperti berkomunikasi, bekerjasama, manajemen waktu, dan masih banyak yang lainnya. Hal itu dalam dunia kerja pun sangat dilihat selain dari skills kedokteran giginya. Harapannya adalah setelah diklat ini, softskills para peserta dapat bertambah,” ujar Ketua Senat Mahasiswa FKG UPDM(B), Rayhan Muhammad dalam sambutannya.

Diklat ini terdiri dari 10 materi yang diberikan, yaitu materi 1 pengenalan staff pimpinan FKG UPDM(B), materi 2 Birokrasi, materi 3 senat BPM, materi 4 komunikasi, materi 5 wawasan organisasi, materi 6 manajemen forum, materi 7 wawasan berkebangsaan, materi 8 Continous Improvement, materi 9 wacana publik, dan materi 10 dari YPAB (Yayasan Pemimpin Anak Bangsa). Selain materi-materi yang diberikan tersebut, terdapat juga sesi outbound, sharing PSMKGI, debat terbuka yang mengangkat topik pro kontra dokter gigi vs tukang gigi dan pro kontra ketua Senat Mahasiswa wanita di FKG UPDM(B), latihan sidang program kerja senat, dan simulasi sidang dengan pimpinan sidang berasal dari para peserta sendiri. Simulasi-simulasi tersebut diberikan supaya para peserta diklat ini langsung bisa menyerap ilmu-ilmu yang sudah diberikan oleh para panitia.  

“Acara seperti ini merupakan suatu komplementer atau pelengkap dalam kegiatan belajar mengajar di kampus. Sehingga dapat meningkatnya kemampuan softskills mahasiswa seperti layaknya tujuan diadakannya diklat ini. Semoga dari acara ini dapat muncul calon-calon pemimpin dimana pemimpin itu sendiri adalah orang yang bergerak didepan untuk menggerakan orang untuk mencapai tujuan,” ujar dekan FKG UPDM(B) dalam sambutannya.

Dari Diklat mencuat pemahaman, seorang pemimpin bukanlah orang yang begitu saja muncul ke permukaan tanpa ilmu, namun seorang pemimpin muncul dari segala pembelajaran yang dihadapi dalam hidupnya. Beranilah menjadi seorang pemimpin, belajarlah untuk menjadi seorang pemimpin, dan jadilah pemimpin yang amanah untuk kebaikan orang banyak.    

diklat sm apr 2015

fkg-yn

Filled Under: Uncategorized