Sejarah

Yayasan Universitas Prof. DR. Moestopo tak lepas dari pendirinya yaitu almarhum Bapak May. Jend. TNI (Purn) Prof. DR. Moestopo  beserta ibu R.A. Soepartien Moestopo, yang merintis mulai dari kursus tuakang gigi “DR. Moestopo”. Yang sekarang berkembang menjadi Perguruan Tinggi Universitas Prof. DR. Moestopo (Beragama) dengan mengelola empat Fakultas beserta koordinat lembaga-lembaga pengabdian Yayasan Universitas Prof. DR. Moestopo kepada pemerintah R.I. lembaga dengan sarana dan prasarana pendukungnya.

Kronologis berdirinya YAYASAN UNIVERSITAS PROF. DR. MOESTOPO / UNIVERSITAS PROF. DR. MOESTOPO (BERAGAMA) adalah sebagai berikut : Tahun 1950 Dokter Gigi Kolonel drg. R. Moestopo yang menjabat sebagai Kepala Bagian Bedah Rahang RSPAD melihat bahwa di Indonesia terutama di Jakarta masih banyak Tenaga Tukang Gigi yang bekerja membuat gigi palsu, sebab pada saat itu banyak rakyat/penduduk yang giginya rusak atau ompong. Sadar akan terbatasnya tenaga terampil di bidang kesehatan gigi baik secara kualitas maupun jumlahnya maka lahirlah gagasan Kolonel drg. Moestopo untuk mendirikan Kursus Tukang Gigi.

Pada Tahun 1952, lahir KURSUS KESEHATAN GIGI ” DR. MOESTOPO” di rumah pribadi, sebagai sekolah.

Tahun 1957, kursus dikembangkan menjadi KURSUS TUKANG GIGI INTELEK “DR. MOESTOPO” dan muridnya harus lulus SMP dan menjalani pendidikan minimal satu tahun.

Tahun 1958 dikembangkan menjadi DENTAL COLLEGE “DR. MOESTOPO” dengan dua jurusan yaitu : Sekolah Dentis dan Sekolah Tukang Gigi Menengah. Tahun 1959 di kembangkan menjadi FAKULTAS TEKNOLOGI GIGI “DR. MOESTOPO”, dan pada tahun 1961 ditingkatkan menjadi FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI. Peningkatan menjadi fakultas kedokteran gigi dan dihentikannya pendidikan tukang gigi dilakukan karena diperlukan pengembangan agar sesuai dengan kebutuhan profesi kedokteran gigi.

Bersamaan dengan status Lembaga Perguruan Tinggi ini, kehadiran FKG  merupakan embrio Universitas Prof. DR. Moestopo (Beragama) demi memenuhi kebutuhan masyarakat pada saat itu. Pada tahun-tahun selanjutnya didirikan dan dikembangkan pula Fakultas Kedokteran Umum, Fakultas Sosial dan Politik, Fakultas Ekonomi, Fakultas Tehnik Pertanian, Fakultas Ushuludin dan Fakultas Publistik.Kampus terletak di Jalan Hanglekir I No. 8, Kebayoran Baru – Jakarta Selatan 12120.

Pada tahun 1961 Bapak DR. Moestopo mendapat gelar akademis Profesor bersama Dr. Ouw Eng Liang dari Universitas Indonesia. Pada tanggal 15 Pebruari 1962 secara resmi YAYASAN UNIVERSITAS PROF. DR. MOESTOPO didirikan berdasarkan Akte Notaris R. Kadiman No. 26, sebagai Badan Sosial yang bertujuan  melaksanakan kegiatan pengabdian kepada pemerintah Republik Indonesia melalui bidang pendidikan, kesehatan, agama, riset ilmiah, pertanian, penerangan, teknologi, pembangaunan masyarakat desa, hubungan luar negeri, bimbingan penyuluhan mental (Reclasering). Yayasan UPDM yang mengelola Universitas Prof. DR. Moestopo menambahkan kata (Beragama) di belakangnya pada tahun 1966 yang intinya merupakan pengejawantahan sila pertama dari falsafah negara kita PANCASILA yaitu Ketuhahan Yang Maha Esa, yang selanjutnya oleh Prof. DR. Moestopo kampus di Jalan Hanglekir I No, 8,dinamakan sebagai KAMPUS MERAH PUTIH pada tahun 1970. Fakultas Kedokteran, Fakultas Teknik Pertanian dan Fakultas Ushuluddin dibekukan kegiatannya mengingat kesulitan sarana dan prasarana serta SDM professional yang memadai.

Visi :

Terwujudnya Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. DR. Moestopo (Beragama) yang unggul dalam pengembangan, penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi serta keterampilan manajerial, sejalan dengan perkembangan kebutuhan pelayanan kesehatan, serta berkontribusi dalam pembangunan kesehatan bangsa.

Misi :

Menyelenggarakan Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk menghasilkan lulusan yang profesional, beretika dan memiliki kompetensi untuk mewujudkan layanan kesehatan gigi dan mulut, memiliki kepekaan terhadap masalah kesehatan serta mampu berinovasi untuk memilih cara pemecahan masalahnya.

Tujuan :

Menghasilkan Sarjana Kedokteran Gigi yang profesional, bermutu, berdaya saing tinggi dan memiliki keunggulan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran gigi.

Sasaran :

Tersedianya Sarjana Kedokteran Gigi yang berkualitas, siap melanjutkan ke tingkat profesi atau melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, serta memenuhi standar kebutuhan masyarakat pengguna lulusan